Teknologi komputer saat ini sudah menjadi salah satu teknologi yang paling banyak mengalami perkembangan dari awal diciptakannya sampai sekarang ini. Alasan terjadinya perkembangan komputer adalah karena banyaknya kebutuhan pekerjaan yang mana membutuhkan penggunaan komputer sebagai media alat bantu untuk menyelesaikannya.

Komputer merupakan sebuah perangkat yang terdiri dari banyak komponen penting yang ada di dalamnya yang memiliki fungsinya masing-masing. Seperti yang kita tahu, komputer terdiri dari perangkat lunak dan juga perangkat keras yang mana saling terhubung di dalam sebuah komputer untuk menunjang kinerjanya.

Jika berbicara mengenai perangkat keras komputer, salah satu yang paling penting yang terdapat pada komputer adalah Processor. Bisa dikatakan bahwa processor yang ada pada komputer merupakan “otak” yang mengatur semua kinerja yang ada pada komputer tersebut. Tanpa adanya processor ini, komputer sama sekali tidak akan bisa digunakan.

Untuk sebagian orang yang sudah akrab dengan dunia IT, processor pastinya bukanlah istilah baru lagi. Namun tidak begitu bagi sebagian orang yang masih awam dalam dunia IT. Untuk itu, pada artikel kali ini kita akan membahas penjelasan mengenai processor yang ada pada komputer. Untuk penjelasan lengkapnya, silahkan simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu Processor

Processor merupakan salah satu hardware atau perangkat keras yang paling penting di dalam sebuah komputer. Processor bertugas layaknya sebuah otak yang mengatur segala sesuatu yang di proses pada saat penggunaan komputer. Secara singkat, processor bekerja untuk melakukan perhitungan serta menjalankan perintah-perintah yang diperintahkan oleh pengguna komputer itu sendiri.

Istilah Processor pada dasarnya berasal dari Bahasa Inggris yaitu kata Process yang artinya proses pengolahan. Jika diartikan dari asal katanya, maka processor merupakan perangkat pengolah data. Jika diartikan secara lengkap, maka pengertian processor adalah salah satu perangkat keras yang ada pada perangkat komputer yang berfungsi sebagai perangkat pengolah dan penerjemah data yang diinput dari berbagai perangkat input menjadi data output yang dikeluarkan dari berbagai perangkat output.

Letak prosesor terdapat pada motherboard, pada motherboard terdapat soket untuk meletakkan prosesor, namun setiap motherboard memiliki bentuk soket yang berbeda-beda, untuk itu kita harus tau jenis prosesor maupun jenis motherboard yang akan kita gunakan (jika merakit komponen CPU sendiri). Misalnya untuk jenis prosesor intel ada soket LGA maka kita harus mencari jenis motherboard dengan soket LGA dan jenis prosesor AMD ada AM3+ maka harus mencari yang sesuai pula.

Banyak merk prosesor yang beredar dipasaran diantaranya Intel, AMD, IBM, Apple, Cyrix VIA, dan IDT. Namun ada 2 Perusahaan yang tekenal di dunia sebagai pengembang processor untuk PC yaitu AMD dan Intel. Processor juga memiliki tugas membagi pekerjaan pemrosesan data kepada seluruh komponen komputer dan ini dilakukan dalam kecepatan yang sangat tinggi. Oleh karena itu processor menjadi sangat panas sehingga biasanya dilengkapi dengan kipas pendingin.

Umumnya pengertian processor ataupun sering disebut otak komputer, secara jelasnya prosesor adalah sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat atau otak dengan fungsi melakukan perhitungan dan menjalankan tugas.

Prosesor tidak dapat bekerja sendiri namun membutuhkkan dukungan maupun terus berhubungan dengan komponen lain terutama hardisk dan RAM. Dalam memproses sebuah data dapat dilakukan dengan waktu proses cepat atau lambat tergantung kecepatan prosesor tersebut.

Saat ini kecepatan processor yang paling tinggi ada di kecepatan 4 Gigahertz (GHz) artinya dapat membaca 4000 miliar perintah dalam sekali pengerjaannya, merupakan angka fantastis dalam perkembangan teknologi di dunia. Bagi para gamer, pasti sudah familiar dengan istilah, “greater processor, greater gaming experience”, karena sebuah game pasti sangat berpengaruh dengan kapasitas prosesor sebuah komputer.

Untuk segi pengembang atau perusahaan khusus produksi prosesor ada 2 perusahaan terkenal yaitu intel dan AMD seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Dari 2 perusahaan inilah banyak membanjiri pasaran processor. Produk ke2nya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sejarah Perkembangan Processor

Dari awal perkembangannya hingga sekarang ini, processor tetap menjadi salah satu komponen perangkat keras yang paling berpengaruh dalam mengoperasikan komputer. Mikroprosesor adalah sebuah IC (Integrated Circuit) yang digunakan sebagai otak/pengolah utama dalam sebuah sistem komputer. Mikroprosesor merupakan hasil dari pertumbuhan semikonduktor. Pertama kali Mikroprosesor dikenalkan pada tahun 1971 oleh Intel Corp, yaitu Mikroprosesor Intel 4004 yang mempunyai arsitektur 4 bit.

Pada tahun 1985, Intel meluncurkan desain prosesor yang sama sekali baru: i80386. Sebuah prosesor 32-bit, dalam arti memiliki register 32-bit, bus data eksternal 32-bit, dan mempertahankan kompatibilitas dengan prosesor generasi sebelumnya, dengan tambahan diperkenalkannya mode PROTECTED 32-BIT untuk memori addressing 32-bit, mampu mengakses maksimum 4 GB. Sejak 386 ini mulai muncul processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue Lightning) dan seterusnya.

Kemudian pada tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer, peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan instruksi baru.

Intel meluncurkan prosesor Pentium sebagai processor generasi terbarunya pada tahun 1993. Peningkatannya terhadap i80486: struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining, TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga para pembuat chipset terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan istilah Pentium untuk menghambat saingannya. Sejak Pentium ini para cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix.

Tahun 1995 menjadi tahun kemunculan bagi processor intel Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam prosesor menuntut dibuatnya socket 8. Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1 grup untuk cache memori dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya.

Desain prosesor ini memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16- bit muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe).

Pada tahun 1996, intel meluncurkan prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang digunakan AMD.

Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.

Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1997 Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX yang memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti prosesor seperti Pentium Pro, namun berada di luar inti namun berfungsi dengan kecepatan processor.

Inovasi inilah yang menyebabkan hilangnya kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache) Inovasi kedua, yaitu SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat memasang prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus. Tambahan : karena cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache = kecepatan processor, sedangkan karena PII cachenya di”luar” (menggunakan processor module), maka kecepatannya setengah dari kecepatan processor INTEL PENTIUM MMX.

Intel meluncurkan Prosessor Intel Celeron pada tahun 1999, merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah sistem komputer dengan budget (harga) yang tidak terlalu besar.

Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.

Pada tahun 2000 Intel meluncurkan Intel Pentium-4, merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.

Pada Tahun 2006, Intel meluncurkan Intel Core 2 Quad Q6600 yaitu Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Frontside bus, dan thermal design power ( TDP ).

Pada Tahun 2006, Intel kembali meluncurkan Intel Quad-core Xeon X3210/X3220, merupakan Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP).

Sampai sekarang perkembangan microprosessor masih terus berlanjut dan Intel tetap merajai dunia microprosessor. Hal ini juga tidak terlepas dari Hukum Moore, yakni hukum yang dilontarkan oleh Gordon Moore pada tahun 1965. Kala itu, Moore memprediksikan jumlah transistor yang ada pada integrated circuit (IC) akan berlipat ganda setiap tahunnya.

Fungsi Processor

Tanpa adanya processor, bisa dikatakan bahwa komputer tidak akan berguna sama sekali. Untuk itu, tentunya processor memiliki fungsi yang sangat vital pada komputer. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah fungsi dari processor yang harus kita ketahui.

  • Menjalankan pemrosesan informasi pada komputer

Fungsi pertama dari sebuah processor adalah menjalankan pemrosesan informasi pada sebuah komputer. Ya, komputer merupakan serangkaian alat elektronik yang disusun berdasarkan arsitektur dan juga berdasarkan penyusunan tertentu.

Salah satu komponen terpenting yang ada di dalam sebuah komputer adalah komponen informasi. Komponen informasi ini dapat diproses oleh sebuh komputer, dengan menggunakan fungsi dari sebuah processor. Processor akan memproses segala bentuk informasi yang dimiliki oleh komputer dan juga memproses informasi yang dimasukkan ke dalam komputer. Semua pekerjaan pemrosesan informasi tersebut, maka akan dihandle oleh processor.

  • Mengitegrasikan keseluruhan komponen internak komputer agar dapat saling bekerja sama

Fungsi berikutnya dari sebuah processor adalah untuk mengintegrasikan keseluruhan komponen internal yang ada di dalam komputer. Komponen tersebut, berupa komponen chipset, harddisk, RAM, VGA, dan sebagainya, sehingga keseluruhan komponen tersebut bisa bekerja sesuai dengan tugasnya masing – masing dan saling terintegrasi satu sama lain. Sama komponen tersebut nantinya akan terhubung dengan komponen processor, sehingga dapat terintegrasi.

  • Mencegah terjadinya overlapping tugas pada tiap – tiap komponen komputer

Sebagai otak komputer, maka processor juga memiliiki fungsi dan juga tugas penting lainnya, yaitu mencegah agar tidak terjadi overlapping pada setiap komponen komputer. Jadi, ketika kita akan mengakses sebuah data atau informasi, maka si processor akan memastikan bahwa komponen yang akan bekerja adalah komponen harddisk dan bukannya komponen lain yang tidak berhubungan dengan proses pengambilan data.

Hal ini tentunya sangat berkaitan erat dengan fungsi dari sebuah processor untuk mengintegrasikan setiap komponen komputer yang ada ke dalam satu kesatuan yang utuh sesuai dengan fungsinya masing – masng di dalam sebuah sistem kerja komputer.

  • Menjaga performa dari sebuah komputer

Merupakan salah satu fungsi lainnya dari sebuah processor. Semakin baik kualitas dan juga spesifikasi dari sebuah processor, semakin tinggi pula kualitas dan juga performa dari komputer tersebut.

Processor seringkali dianggap menjadi salah satu indikator dari bagaimana sebuah komputer dapat bekerja. Semakin banyak inti pada sebuah processor dan juga semakin tinggi kecepatan processor tersebut, maka sebuah komputer akan dianggap menjadi lebih cepat.

Hal ini memang benar adanya, tapi bukan merupakan hal yang mutlak. Seberapa cepat dan juga tinggi spesifikasi processor yang ada, hal ini juga harus didukung dengan kondisi komponen lainnya, seperti harddisk, RAM, VGA, dan juga chipset. Maka, meskipun sebuah processor bisa menjadi ukuran dari performa sebuah komputer, kita juga tetap harus melihat spesifikasi komponen lainnya.

  • Mengolah perhitungan algoritma dalam menjalankan perintah yang diberikan

Sebuah compute akan berjalan dengan mengandalkan sebuah perhitungan algoritma. Perhitungan algoritma tersebut diola sedemikian rupa, hingga nantinya sang komputer bisa membaca apa yang diinginkan dan juga diperintahkan oleh user, sehingga fungsi utama dari kompuer tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Nah, untuk mendukung fungsi pengolahan algoritma ini, maka processor sudah pasti memegang peranan yang sangat penting. Processor membantu mengolah perhitungan algoritma di dalam sebuah komputer, sehingga nantinya setiap komputer bisa mendefinisikan dan juga mengeksekusi setiap perintah yang diberikan oleh masing – masing usernya.

  • Memastikan agar komputer dapat bekerja dengan baik

Processor juga memiliki fungsi lainnya, yaitu untuk menjaga agar komputer bisa bekerja dengan baik. Ya, hal ini berhubungan erat dengan fungsi dari processor sebagai media integrasi antar komponen pemrosesan informasi, komponen input dan juga komponen output yang ada di dalam sebuah sistem komputer. Dengan terintegrasinya semua komponen tersebut, maka sebuah komputer pun nantinya akan dapat bekerja dengan baik dan terhindar dari berbagai macam malfungsi, seperti error, corrupt, dan banyak hal lainnya.

  • Menjaga stabilitas dari setiap komponen komputer

Processor juga memilki fungsi yang penting untuk menjaga kualitas dan juga stabiitas dari setiap komponen komputer yang sedang bekerja. Hal ini berhubungan dengan kemampuan dari sebuah processor dalam menjaga arus listrik, sehingga dapat membantu mencegah terjadinya overvoltage pada setiap komponen – komponen di dalam sebuah sistem komputer.

Selain itu, processor juga tidak dapat sembarangan dipasangkan dengan komponen komputer lainnya. Processor haruslah dipasangkan dengan motherboard, RAM komputer, VGA, dan komponen lainnya yang memiliki seri yang sama, sehingga seluruh komponen tersebut dapat bekerja dengan baik dan tidak mengalami kendala tertentu.

  • Menyalakan komputer

Power supply mungkin memang merupakan sebuah komponen dari komputer yang bertugas untuk memberikan suplai dan juga arus listrik bagi sebuah komputer. Namun demikian, ternyata, yang berperan penting untuk menyalakan sebuah komputer tidaklah hanya power supply. Processor juga memiliki peran dan juga fungsi yang penting untuk membantu menyalakan sebuah komputer. Arus listrik yang disuplai oleh power supply akan menyalakan processor, sehingga processor memiliki tenaga yang cukup untuk mengintegrasikan keseluruhan komponen komputer.

  • Sebagai otak dan juga pusat dari sebuah komputer

Fungsi terakhir dan merupakan kesimpulan dari keseluruhan fungsi yang dimilki oleh sebuah processor adalah sebagai otak dan juga pusat kehidupan dari sebuah komputer. Ya, apabila diibaratkan sebagai manusia, processor adalah otak dari manusia. Processor membantu komputer dalam berpikir, menjalankan perintah, mengolah informasi, dan juga melakukan setiap pekerjaan yang harus dilakukan.

Komponen Yang Ada Pada Processor

Sebagai otak dari sebuah komputer, processor terdiri dari komponen-komponen yang digabungkan untuk membuat processor bisa bekerja dengan baik. Berikut ini adalah komponen penting yang terdapat pada processor.

Front Side Bus (FSB) Processor

Front Side Bus (FSB) merupakan jalur yang menghubungkan antara prosessor dengan chip north bridge pada motherboard. Sebagai contoh, processor Pentium 4 memiliki FSB sebesar 400 MHz (4 x 100 MHz), sedangkan AMD Athlon Thunderbird memiliki FSB 266 MHz (2 x 133 MHz). Sehingga antara bus pada processor dan bus pada motherboard harus sama agar mendapatkan kinerja yang optimal.

Clock Speed

Clock speed processor adalah kecepatan prosessor dalam melakukan proses data atau eksekusi perintah yang bisa diselesaikan dalam waktu satu detik. Misalnya, Intel Pentium IV 1,6 GHz, berarti prosessor mempunyai kecepatan untuk eksekusi perintah sebesar 1600 juta dalam satu detik. Semakin besar nilai clock speed, semakin cepat prosessor tersebut menyelesaikan pekerjaannya.

Nilai pada clock speed pada prosessor diperoleh dari hasil perkalian antara FSB dan multiplier yang ada pada motherboard. Contohnya, computer Pentium IV 2,66 GHz (2660 MHz) dengan FSB atau PC 133 MHz dan nilai multiplier yang digunakan sebesar 20x, seistem perkalian yang digunakan adalah clock speed (2660 MHz) = FSB (133 MHz) x multiplier (20).

Chace Memory

Chace memory adalah jenis memori yang berukuran kecil tetapi memiliki kecepatan sangat tinggi. Chache memory terletak pada IC (Integrated Circuit) prosessor atau di dekat prosessor. Chahce memory digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara (temporer) instruksi dan data yang terakhir kali dipergunakan oleh CPU. Hal ini akan sangat berguna untuk menghemat waktu dalam mengakses kembali instruksi dan data tersebut.

Sewaktu instruksi dan data dibaca atau ditulis pada memori. Salinan beserta address pada memori akan disimpan pula pada chache, sehingga sewaktu data diperlukan maka prosessor akan membaca dari chache dan tidak akan mencari dapa memori. Proses ini akan sangat menghemat waktu dalam mengakses sebuah data. Apabila dalam chache memori penuh, maka secara otomatis akan ada data yang dihapus dan kemudian digantikan dengan data yang terakhir dipakai oleh prosessor.

Hyper Threading (HT)

Hyper Threading merupakan teknologi CPU dari Intel yang mana CPU bekerja seakan akan memiliki kemampuan 2 proses atau task yang bersamaan. Misalnya CPU diberikan 2 task atau perintah proses yang berbeda dengan waktu yang bersamaan, maka pada teknologi CPU tanpa teknologi Hyper Threading, proses hanya dilakukan satu persatu. Tetapi dengan teknologi hyper threading, tugas yang dijalankan akan dikerjakan secara bersamaan.

Selain lebih cepat, tugas yang diberikan pada CPU akan mempersingkat penyelesaian proses aplikasi. Teknlogi Hyper Threading hanya dapat digunakan pada Sistem Operasi tertentu seperti Win2000, XP atau UNIX platform. Teknlogi Hyper Threading juga membutuhkan motherboard dengan BIOS yang sudah mensupport teknlogi Hyper Threading.

Quick Path Interconnect (QPI)

QPI adalah kecepatan bus pengganti FSB, jika FSB adalah jalur transmisi data antara chipset, processor dan memori, QPI lebih sederhana lagi. Artinya QPI adalah kecepatan transmisi data processor ke Chipset.

Sebelumnya sudah dijelaskann bahwa Northbridge sebagai chipset yang berfungsi mengatur processor, memori dan jalur PCI-E, maka pada Core 17, chipset dikenal dengan nama IOH [Input-Output Hub] yang bertungas sebagai jalur input dan output dari seluruh sistem.

Teknologi ini hanya baru digunakan oleh Processor Intel Corporation dan baru diterapkan pada processor jenis Intel Core 17 yang sudah menggunakan Nehalem, Sementara tipe yang lain masing menggunakan FSB [Front Side Bus].

Cara Kerja Processor

Sebelum kita bahas cara kerja procie, kita bahas dulu cara kerja komputer sedikit. Saat anda menekan tombol power komputer, maka pertama-tama Bios akan memberikan spesifikasi komponen komputer kepada processor dan selanjutnya tugas utama akan dibebankan ke processor yang akan langsung meminta data dari HDD.

Cara kerja processor itu sendiri yaitu menjalankan sekumpulan instruksi atau perintah dari mesin yang akan memberitahu kepada processor apa saja yang harus di lakukan dan di kerjakakan berdasarkan instrusi itu. Processor di bagi dalam 3 hal dasar yaitu :

  • Menggunakan Arithmetic Logical Unit atau ALU, pada bagian ini ALU mengerjakan segala perhitungan aritmatika dan matematika seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian. Pada Microprocessor menggunakan sistem floating poit untuk melakukan perintah – perintah yang sangat kompleks pada angka yang cukup besar.
  • Yang kedua yaitu, memindahkan data dari satu lokasi memory ke lokasi yang lainya.
  • Yang ketiga yaitu, mengambil keputusan serta dapat mengerjakan instruksi lain sesuai keputusan yang telah di ambil.

Pada umumnya cara kerja processor yaitu menerima suatu perintah atau instruksi dari perangkat input atau masukan kemudian di terjemahkan atau di proses data –data tersebut di dalam sebuah processor dan kemudian hasil pemrosesan data tersebut di simpan di memory utama dan akan ditampilkan ke hardware atau softwre yang sedang digunakan. Bahasa yang digunakan dalam sebuah processor yaitu bilangan binner atau mesin, bilangan binner terdiri hanya angka 0 dan 1 saja. Angka 0 diartikan dengan tidak adanya arus lstrik, sedangkan angka 1 diartikan adanya arus listrik.

Ketika processor sedang melakukan pekerjaanya, processor tidak bisa lepas dari perangkat pendukung lainya yaitu memory RAM dan Hardisk. Ketiga bagian tersebut tersebut tidak bisa saling terpisahkan karena tiga bagian tersebut sudah merupakan satu kesatuan dari komputer. Fungsi dari processor diibaratkan sebagai otak dari komputer untuk memproses data dan memory sebagai alat penyimpanan data yang telah di proses oleh processor.

Demikianlah penjelasan mengenai processor mulai dari pengertian hingga cara kerja dari salah satu komponen paling penting pada komputer ini. Berdasarkan penjelasan di atas tentu kita semua tahu bahwa processor merupakan komponen yang paling penting dan sangat berpengaruh di dalam perkembangan teknologi komputer. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.