Perkembangan teknologi sudah sangat mempengaruhi kehidupan manusia saat ini. Dengan adanya teknologi, manusia bisa dengan mudah mengakses informasi yang mereka inginkan. Ditambah lagi dengan kemajuan internet saat ini, kemudahan mencari informasi bisa menjadi suatu hal yang mudah dan dapat diakses dengan cepat.

Dalam mencari informasi dengan cara menjelajah internet, biasanya kita mengakses sebuah website yang mana merupakan wadah penyedia informasi yang kita butuhkan. Dengan segala konten yang ada di dalamnya yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca yang mengakses website tersebut.

Di dalam membangun sebuah website atau blog, terdapat software/script yang digunakan untuk membuat web sesuai dengan keinginan kita. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah WordPress. Untuk saat ini, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak website yang ada di internet yang menggunakan layanan dari wordPress ini.

Untuk sebagian orang yang sudah aktif di dunia web developer ataupun blogger, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah wordPress ini. Namun, bukan berarti tidak ada orang yang belum memahami tentang wordPress ini. Untuk itu, pada artikel kali ini kita akan membahas hal-hal mengenai wordPress. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak ulasannya berikut ini.

Apa Itu WordPress

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, wordPress saat ini sudah banyak digunakan untuk membangun sebuah website. Hal tersebut karena penggunaannya yang mudah tanpa memerlukan keahlian web programming. WordPress adalah sebuah software/script yang bisa di-install di server/hosting untuk membuat website. WordPress merupakan sebuah software yang bisa kita gunakan untuk membuat website, baik web pribadi, situs portal berita atau bahkan toko online sekalipun.

WordPress adalah sebuah aplikasi atau platform CMS (Content Management System) yang berfungsi untuk pembuatan blog maupun website. Dengan menggunakan CMS WordPress maka tidak diperlukan penguasaan bahasa pemrograman untuk dapat membuat suatu website. WordPress adalah CMS paling populer di dunia. Kemudahan pemakaiannya yang menyebabkan WordPress menjadi populer dan menjadi pilihan bagi banyak orang.

Bagi kamu seorang blogger mungkin tidak asing lagi jika mendengar istilah “WordPress”. Ya, WordPress adalah platform yang awal mulanya digunakan sebagai blog. Tetapi seiring dengan perkembangannya, WordPress berkembang menjadi CMS yang canggih dan mampu di kustomisasi untuk keperluan website yang lebih rumit seperti eCommerce, perbankan, media, real estate, dan lain sebagainya.

WordPress adalah salah satu aplikasi dengan berbasis open source (terbuka) yang sangat terkenal untuk kalangan blogger maupun programmer yang digunakan sebagai mesin pembuat blog. WordPress dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Keduanya termasuk software open source. WordPress digunakan oleh lebih dari 18,9 % dari 10 juta website pada Agustus 2013 WordPress adalah sistem blogging yang paling populer digunakan di Web, pada lebih dari 60 juta situs.

CMS adalah singkatan dari Content Management System, yaitu perangkat lunak yang dibuat untuk mempermudah user untuk memanage konten sebuah situs, seperti menambah, mengubah, atau menghapus sebuah konten, mengganti tampilan antarmuka website (theme) serta menambahkan fitur-fitur baru yang tidak ada sebelumnya (plugin). Selain sebagai untuk blog, WordPress juga sering digunakan dalam sebuah CMS (Content Management System) karena memiliki kemampuan dalam untuk mengubah isi sumber dan dapat menyesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan user.

Sesuai dengan namanya yaitu content management, CMS ini cocok digunakan pada website berjenis blog. CMS akan membuat pengelolaan artikel website menjadi lebih mudah dan teratur baik dalam pengeditan maupun penyortirannya. WordPress bisa lebih baik digunakan oleh team profesional dengan pemanfaatan template yang dapat mempermudah membantu suatu pekerjaan dan dapat di download secara bebas atau membelinya secara premium.

WordPress sendiri merupakan penerus resmi dari b2/ cafelog yang dikembangkan oleh Michel Valdrighi. Nama WordPress awalnya diusulkan oleh Christine Selleck, teman dari Matt Mullenweg. WordPress saat ini menjadi platform content management system (CMS) bagi beberapa situs web ternama dan populer seperti CNN, Reuters, The New York Times, TechCrunch, dan lainnya.

CMS dibuat untuk pengguna yang ingin membuat website dan blog tanpa memerlukan keahlian dibidangnya sebagai webmaster karena mereka yaitu pengguna hanya mengelola dengan kemudahan dan banyak tutorial yang menyajikannya, selain wordPress banyak diantaranya platform CMS ini seperti: Joomla, Drupal, Plone, Moodle, VBulletin, Opencart, MediaWiki, dll.

Sejarah Perkembangan WordPress

Sebagai salah satu CMS yang paling banyak digunakan saat ini, pastinya sudah banyak sekali perkembangan yang terjadi pada WordPress hingga bisa sampai seperti sekarang ini. Berdasarkan sejarah, ternyata WordPress sudah mulai dibuat pada tahun 2002 oleh seorang pria berkebangsaan Amerika.

Metthew Charles Mullenweg dikenal dengan Matt Mullenweg (lahir di Houston, Texas, Amerika Serikat, 11 januari 1984; umur 32 tahun) adalah pendiri sekaligus pengembang perangkat lunak WordPress. Meskipun studinya bukan dibidang teknologi komputer dan programming, Matt berhasil mendirikan dan mengembangkan software yang kini sangat terkenal yaitu WordPress.com, Akismet dan bisnis Automattic-nya.

Sejarah wordpress bermula saat Matt berusia 18 tahun (2002). Ketika itu, Matt baru mulai menggunakan fasilitas blog b2cafelog.org untuk mempublikasikan foto-fotonya, namun berapa bulan kemudian blog bbpress berhenti mengembangkan softwarenya. Karena kondisi seperti itu, muncullah pemikiran kreatif dari Matt.

Pada Januari 2003 Matt bersama Mike Little mulai aktif mengembangkan coding WordPress berbasis b2. Hingga lahirlah WordPress versi 0.70 pada 27 Mei 2003 yang masih mengandung struktur file yang sama dengan pendahulunya, b2cafelog. Nama WordPress diusulkan oleh teman Matt yaitu Christine Selleck. Sebelum mengembangkan CMS yang sangat terkenal yaitu WordPress, dia lebih dulu bekerja sebagai software developer di CNET Networks pada tahun 2004 hingga 2005.

Setelah keluar dari CNET, ia lalu mendirikan sebuah perusahaan bernama Automattic. Automattic adalah perusahaan induk yang menyediakan layanan blog gratis bernama WordPress disertai dengan layanan-layanan pendukung WordPress lainnya seperti PollDaddy, Akismet, VaultPress, Gravatar, IntenseDebate dan masih banyak lagi yang lainnya. Matthew Charles Mullenweg atau yang lebih dikenal dengan sebutan Matt menjadi CEO di perusahaan Automattic tersebut. Ingin mengenal Matt lebih jauh, kita dapat mengunjungi blog pribadinya yaitu http://ma.tt

Keinginan Matt untuk membangun WordPress memang karena didasari oleh niat yang kuat pula. Awalnya WordPress adalah script manajemen konten yang dibawah lisensi GPL dengan berbasis bahasa pemrograman PHP dan MySQL yang dinamai CafeLog. Seiring dengan perkembangan waktu, nama CafeLog pun berubah menjadi WordPress. Secara garis besarnya, WordPress adalah penerus resmi dan pengembangan dari perangkat lunak CafeLog.

Tujuan didirikannya WordPress ini adalah untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk para pengguna dengan menggunakan standar peralatan web yang simple dan mudah dimengerti dibandingkan dengan yang ada di CMS lain. Kontribusi WordPress hingga saat ini tercatat mencapai lebih dari 49% pengguna CMS yang ada diseluruh dunia.

Pada tanggal 27 Mei 2003, versi pertama WordPress dirilis dan dilanjutkan dengan WordPress wiki atau lebih dikenal dengan codex.wordpress yang publish pada Desember 2003. Saat itu, WordPress mengalami popularitas yang terus meningkat, membuat CMS ini mendapatkan update besar-besaran pada Januari 2004, seperti menambahkan sejumlah fitur seperti edit link, multiple category, dan interface admin yang lebih baik dari versi sebelumnya.

Update pun dilanjutkan pada bulan Mei 2004, dimana saat perilisan versi 1.2, WordPress turut memperkenalkan fitur baru, seperti arsitektur plugin versi baru, sistem moderasi komentar, serta post review. Tahun 2005, Matt memperkenalkan themes system atau sistem tema dengan halaman statisnya yang diberi versi 1.5 (Strayhorn).

Sistem ini dilengkapi dengan fitur chaching yang compatible dan bekerja sangat baik di WordPress. Lalu kemudian dikembangkan lagi pada tahun 2006 dengan versi 2.0 (Duke), fitur sistem peran pengguna yang baru menggunakan WordPress juga disertakan dalam User Interfacenya yang baru.

Tahun demi tahun dilalui oleh Matt dan timnya demi mengembangkan sistem manajemen website yang lebih baik dan ‘ramah’ bagi pengguna. Beberapa sejarah singkat mengenai pengembangan WordPress yang disertai dengan urutan versinya bisa kita lihat dibawah ini;

  • Tahun 2007: Versi 2.1 (Ella), versi 2.2 (Gets) Versi 2.3 (Dexter).
  • Tahun 2008: Versi 2.5 (Brecker), versi 2.6 (Tyner), versi 2.7 (Coltrane).
  • Tahun 2009: Versi 2.8 (Baker), versi 2.9 (Carmen).
  • Tahun 2010: Versi 3.0 (Thelonious) disertai dengan pemberian themes baru yaitu Twenty Ten.
  • Tahun 2011: Versi 3.1 (Gershwin), versi 3.2 (Reinhardt), versi 3.3 (Sonny)
  • Tahun 2012: Versi 3.4 (Green), versi 3.5 (Elvin).
  • Tahun 2013: Versi 3.6 (Peterson) disertai tengan kemunculan themes barunya yaitu Twenty Thirteen, versi 3.7 (Basie), versi 3.8 (Parker).
  • Tahun 2014: Versi 3.9 (Smith), bersi 4.0 (Benny), versi 4.1 (Dinah).
  • Tahun 2015: Versi 4.2 (Powell), versi 4.3 (Billie).
  • Tahun 2016: Versi 4.4 (Clifford)

Fitur Yang Ada Pada WordPress

Sebagai salah satu CMS yang paling banyak diminati, WordPress memiliki berbagai fitur yang membuat penggunanya bisa membangun sebuah website sesuai dengan keinginan. Nah, berikut ini adalah beberapa fitur yang dimiliki oleh WordPress, antara lain :

  • Tema

Pengguna WordPress dapat menginstal dan beralih di antara tema. Tema memungkinkan pengguna untuk mengubah tampilan dan fungsionalitas dari situs WordPress atau instalasi tanpa mengubah isi informasi atau struktur situs. Tema dapat diinstal menggunakan WordPress “Penampilan” alat administrasi atau folder tema dapat di-upload melalui FTP. PHP, HTML & CSS ​​kode yang ditemukan dalam tema dapat ditambahkan atau diedit untuk menyediakan fitur-fitur canggih. Tema atau Themes wordpress tersebar banyak sekali di Internet dari yang gratis sampai yang berbayar.

  • Plugin

Salah satu fitur yang sangat populer dan unik dari wordpress adalah plugin, kamu bisa menambahkan berbagai macam fitur tanpa perlu mengetahui bahasa pemrograman. WordPress sendiri memiliki database plugin lebih dari 26.000 plugin dan masing-masing menawarkan fungsi kustom dan fitur yang memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan situs mereka dengan kebutuhan khusus mereka. Fitur custom ini meliputi Search engine Optimation, penambahan widget, setting tampilan halaman, membuat fitur video youtube atau membuat fungsi khusus yang sesuai dengan keinginan pemilik website.

  • Multi User Dan Multi Blogging

Sebelum WordPress 3.0, WordPress didukung satu blog per instalasi, meskipun beberapa salinan bersamaan dapat dijalankan dari direktori yang berbeda jika dikonfigurasi untuk menggunakan tabel database yang terpisah. WordPress Multi-User ( WordPress MU, atau WPMU ) adalah sebuah garpu dari WordPress diciptakan untuk memungkinkan beberapa blog untuk tetap eksis dalam satu instalasi tetapi dapat diberikan oleh pengelola terpusat.

WordPress MU memungkinkan bagi mereka dengan situs untuk menjadi tuan rumah komunitas blogging mereka sendiri, serta kontrol dan moderat semua blog dari dashboard tunggal. WordPress MU menambah delapan tabel data baru untuk setiap blog.

  • Mobiles

WordPress sendiri tersedia diberbagai platform WebOS, Android, iOS (iPhone, iPod Touch, iPad), Windows Phone, dan BlackBerry Aplikasi ini, dirancang oleh Automattic. Dengan berbagai fitur pilihan yang meliputi menambahkan posting blog baru dan halaman, komentar, moderasi komentar, membalas komentar di samping kemampuan untuk melihat statistik.

  • Fitur Lain

WordPress juga memiliki fitur manajemen link terintegrasi, sebuah mesin pencari ramah, struktur permalink bersih, kemampuan untuk menetapkan bersarang, beberapa kategori untuk artikel, dan dukungan untuk tag posting dan artikel. Filter otomatis juga termasuk, menyediakan format standar dan styling dari teks dalam artikel (misalnya, mengubah tanda kutip biasa untuk tanda kutip pintar). WordPress juga mendukung standar Trackback dan Pingback untuk menampilkan link ke situs lain yang memiliki sendiri dihubungkan dengan sebuah posting atau artikel.

Kelebihan Dan Kekurangan WordPress

Menjadi CMS yang banyak digunakan dalam membangun website, membuat pengembang WordPress menjadi lebih mengembangkan lagi fitur-fitur yang ada di dalamnya sehingga akan membuat pengguna lebih merasa nyaman saat menggunakan software?script yang satu ini. Dengan berbagai kelebihan, wordpress berhasil menjadi CMS yang paling banyak digunakan. Namun, dengan segala kelebihannya, bukan berarti WordPress tidak memiliki kekurangan. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh WordPress.

Kelebihan

  • Didukung Banyak Theme

Disisi lain, wordpress ditunjang oleh banyak sekali Theme yang menyedapkan mata. Ada berbagai macam theme wordpress yang bisa dipilih, mulai dari yang gratisan, sampai yang premium. Dan yang lebih menggembirakan lagi bagi para pemula ialah, theme wordpress ini sangat mudah untuk digunakan. Tinggal pilih theme yang diinginkan, lalu klik aktivasi. Dalam sekejap themenya sudah terpasang di blog, tidak perlu susah payah coding, edit html, css dan sebagainya serta tampilan blog mu sudah seperti blog yang professional. Ya, itulah kenapa wordpress.com ini sangat cocok bagi para pemula.

  • Terintegrasi Dengan Banyak Platform

Selain itu, wordpress juga bisa diintegrasikan dengan beberapa platform, yakni gravatar, akismet, intensedebate, bbpress, polldaddy, dan buddypress. Dan ada salah satu kelebihan utama dari wordpress, yaitu memiliki fitur untuk mengimport data data dari b2evolution, MovableType, grayMetter, TextPattern, dan Blogger.

  • Comment Friendly

Bagi kita yang ingin setiap postingan pada blog nya terdapat banyak orang yang berkomentar, maka wordpress adalah salah satu pilihan yang tepat. Kenapa? Karena wordpress.com itu sangat Comment Friendly, kolom komentar nya secara jelas terlihat dibawah postingan dan hanya memerlukan email, situs web (optional) dan nama saja untuk bisa mengirim komentar.

  • Statistik Data Yang Lengkap

Pada panel dashboard di wordpress juga menyajikan data statistik pengunjung, artikel yang paling banyak diklik, pencarian terbanyak, halaman terpopuler, dari mana pengunjung berasal, serta data statistik lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu disini. Selain itu, juga terdapat statistik komentar kita di blog wordpress yang lain bisa muncul di dashboard kita.

  • Terhubung Dengan Akun Sosmed

Dengan wordpress, kita juga bisa menghubungkan blog wordpress dengan beberapa akun sosial media (sosmed) seperti yahoo, facebook, twitter, google plus, sehingga setiap selesai mempublikasikan postingan maka link postingan tersebut juga akan langsung diposting di akun sosial media tersebut.

Kekurangan

  • Tidak Bisa Mengatur Halaman Hosting

Karena wordpress.com adalah blog gratisan yang sudah menyediakan layanan hosting yang juga gratis, maka kita tidak bisa mengakses panel hostingnya. Bagaimana penagaturan dan sistem databasenya tidak akan bisa kita lihat apalagi pelajari. Jika kita ingin membuat script PHP sendiri untuk membuat form-form tertentu, jelas tidak bisa. Misalnya menjadikan blog kita sebagai blog forum, situs member, dan sejenisnya tidak bisa. Singkatnya, keleluasaan kita untuk mengoptimalkan blog seperti blog wordpress yang menggunakan hosting sendiri yang berbayar tidak akan bisa.

  • Tidak Leluasa Menata Tampilan Blog

Halaman CSS (cascading style sheet) adalah halaman yang sangat penting untuk mengatur script HTML untuk menata tampilan blog. Dengan CSS itulah kita akan leluasa untuk mengutak-atiknya. Tapi pada wordpress.com fasilitas ini tidak disediakan secara gratis. Kita baru bisa menggunakannya dengan membayar. Sedangkan fitur template untuk mengatur tampilan sangat terbatas. Hanya template-template tertentu dari pihak ketiga yang sudah menyediakan fiturnya. Dan biasanya hanya bisa mengganti header dan sidebar. Setidaknya itulah yang saya ketahui berdasarkan pengalaman saya pribadi.

  • Tidak Menerima Google Adsense

Sudah lazim dalam dunia blogging bahwa banyak blogger akhirnya menjadikan blog sebagai mesin bisnis. Baik blog gratisan apalagi yang berbayar. Dan kebanyakan bisnis internet dengan blog biasanya menggunakan bisnis melalui iklan. Nah, salah satu bisnis iklan (PPC = Pay Par Klik) yang paling popular di dunia adalah bisnis Google adsense, dimana untuk menampilkan iklannya harus menggunakan script atau bahasa kode. Tapi hingga tulisan ini saya luncurkan, setahu saya wordpress.com tidak bisa menerimannya. Begitu juga dengan script-script iklan tertentu. Berbeda dengan blogger.com yang memang milik google justru langsung built in untuk bisnis google adsense.

  • Tidak Support Javascript

Selain itu, wordpress tidak mendukung javascript dan tidak bisa dimonetize. Artinya, blog dari wordpress.com tidak bisa digunakan untuk berbisnis online, baik itu PPC seperti Google Adsense, Chitika, Infolinks maupun jenis bisnis online lainnya seperti Affiliasi, PTC, link refferal, shorten URL (adf.ly, dll), dan masih banyak lagi. Tetapi jika ingin blog mu bisa dimonetize, pilih saja wordpress self hosted, yang tentunya membutuhkan uang untuk membuatnya alias tidak gratis.

Nah, demikianlah penjelasan singkat mengenai WordPress sebagai salah satu CMS yang paling banyak diminati sekarang ini. Mulai dari pengertian, sejarah, fitur hingga kelebihan dan kekurangannya. Dengan membaca artikel ini, tentunya bisa menjadi sebuah referensi bagi kita yang hendak membangun sebuah website atau blog sesuai dengan keinginan kita sendiri. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.