Setiap manusia pastinya memiliki sistem immune ataupun kekebalan tubuhnya masing-masing. Tidak bisa disamakan, bahkan anak kembar sekalipun memiliki kekebalan tubuh yang berbeda, meski mendapatkan asupan gizi yang sama. Nah seperti apa kira-kira sistem kekebalan tubuh tersebut? Dan bagaimana sistem kekebealan tubuh manusia bisa berkerja? Yuk simak artikel berikut ini.

Pengertian Dan Jenis Sistem Kekebalan Tubuh

Sistem kekebalan tubuh adalah sistem yang ada pada setiap tubuh manusia dengan tugasnya yang sangat luar biasa yaitu melakukan perlawanan terhadap segala janis benda asing yang bisa memberi pengaruh negatif pada tubuh. Nama lain dari sistem ini adalah Imunitas. Bagi mereka yang memiliki sistem imun baik, maka bisa dipastikan tubuh seseorang dengan kondisi yang baik pula.

Mengapa setiap manusia harus memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik? Hmm hal tersebut dikarenakan setiap harinya banyak benda asing memiliki banyak kesempatan untuk masuk kedalam tubuh manusia dan mempengaruhinya. Benda asing yang dimaksudkan ini dianggap sebagai jenis protein yang jelas berbeda dengan protein yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Maka dari itu, setiap manusia diharuskan memiliki sistem kekebalan tubuh yang sehat agar terjaga dari benda asing yang dimaksudkan tadi.

Dalam tugasnya yang melakukan perlawanan terhadap benda asing tersebut, kekebalan tubuh manusia bekerja tidak sendirian melainkan didampingi yang namanya antibodi. Dan yang dimaksudkan dengan antibodi disini adalah protein gama yang bertugas untuk melawan antigen secara langsung. Biasanya ia melakukan tugasnya dalam melindungi tubuh dengan cara menghancurkan antigen atau benda asing yang ada dalam tubuh.

Sistem kekebalan tubuh manusia terdiri dari beberapa jenis yang berbeda dan sangat penting untuk kita ketahui.

Sistem kekebalan tubuh bawaan (Nonspesifik)

Ini adalah jenis imun yang telah ada pada tubuh manusia pada masa infant. Dalam menjaga atau mempertahankan tubuh manusia, sistem ini akan bekerja secara otomatis melawan serangan berbahaya.

  • Sel yang Berperan dalam Imunitas Bawaan

Ada juga beberapa sel yang sangat berhubungan terhadap imun bawaan tersebut yaitu:

A. Makrofag

Ini dianggap sebagai sel fagositosis yang berasal dari sel darah atau yang dikenal monosit putih. Disini makrofag akan mengeluarkan sebuag zat yang mampu menarik sel darah putih pada aderah infeksi serta membantu sel T untuk mengetahui antigen.

B. Neutrofil

Dan selanjutnya adalah bagian yang umum dari sel darah putih dengan kandungan butiran yang berhubungan dalam pelepasan enzim dalam memerangi sel-sel asing. Ia juga menghasilkan serat yang juga berguna dalam memerangi bakteri.

C. Eosinofil

Eosinofil adalah bagian imunitas bawaan yang mampu dalam mencerna bakteri dan ia juga terdiri dari kandungan butiran yang juga dapat melepaskan enzim serta zat lainnya pada saat melakukan perlawanan terhadap benda asing. Selain itu, ia juga mampu melenyapkan sel kanker.

D. Basofil

Basofil yang sama dengan sel mast atau jaringan besar yang letaknya pada bagian luar kapiler darah yang melepaskan heparin kedalam darah. Lain dari itu, bisa juga dalam melepaskan histamin serta beberapa bradikinin dan serotonin yang berperan penting dalam hal alergi. Maka dari itu, pada saat basofil menangani alergen, basofil akan mengeluarkan zat-zat tersebut.

E. Natural Killer Cell

Ia dikenal sebagai sel pembunuh alami yang perannya sangat untuk mempertahankan dari adanya infeksi virus. Selain itu, ia juga berperan dalam memerangi sel kanker dan juga melepaskan enzim serta zat lain yang merusak membran luar sel-sel ini. Tidak hanya itu, sel tersebut juga bisa memproduksi siotkin yang berguna untuk mengatur fungsi sel lain seperti sel T, sel B dan makrofag.

Sistem Kekebalan Tubuh Didapat (Spesifik)

Bagian kedua dari sistem imun yang juga ada pada tubuh manusia. Mengapa ia disebut sebagai sistem imum spesifik? Ini dikarenakan perannya yang dapat menghancurkan antigen dan patogen yang berada dalam tubuh manusia.

Ia berada pada tubuh manusia diwaktu patogen atau antigen masuk kedalam sistem kekebalan tubuh bawaan hingga mengakibatkan timbulnya suatu penyakit pada tubuh manusia.

Walaupun seperti itu, pada saat patogen berhasil masuk pada sistem kekebalan tubuh bawaan, maka tubuh manusia akan membentuk kembali kekebalan tubuh spesifik sehingga sulit bagi patogen untuk kembali menembus kekebalan tubuh manusia.

Sistem kekebalan tubuh spesifik juga mempunyai dua jenis yaitu imunitas sel B dan imunitas sel T yang dapat melawan patogen atau antigen.

  • Sel yang Berperan dalam Imunitas Didapat

Sistem imun didapat atau spesifik juga memiliki beberapa sel yang tentunya berperan sangat penting dalam sistem imun seperti:

A. Limfosit

Untuk kelangsungan hidup seseorang, limfosit memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh manusia. Limfosit yang paling banyak ditemukan ada didalam nodus limfe dan juga ada dibeberapa anggota tubuh lain untuk mencegah penyebaran toksin. Ia juga memiliki beberapa jenis yaitu:

1. Limfosit B

Limfosit B adalah sautu sel yang berasal dari sum-sum tulang dan akan mengarah pada sistem limfatik melalui aliran darah. Sel ini sangat berpengaruh dalam menjalankan sistem imunitas humoral. Sel B ternyata juga terdiri dari beragam jenis seperti sel B plasma yang berfungsi menghasilkan antibodi, Sel B pengikat berfungsi menstimulasi sel B plasma jika terjadi infesksi dan sel B pembelah berfungsi untuk menyeimbangkan hasil produksi sel B plasma dan sel B pengikat dengan cepat.

2. Limfosit T

Ini adalah hasil sum-sum tulang yang akan berpindah ke kelenjar timus dan cepat dalam melakukan perlawanan terhadap beberapa antigen spesifik. Sel T juga pengaruhnya sangat penting dalam melancarkan sistem kerja imun kemudian bisa membantu pertumbuhan atau produksi sel B plasma.

Tidak jauh beda dengan limfosit B dimana limfosit T juga memiliki jenis yang berbeda seperti sel T helper dengan fungsi merangsang pembentukan klon berdasarkan produksi sel T sitotoksik dan sel T supresor juga faktor perangsang dan pertumbuhan sel B, sel T sitotoksik juga berfungsi melakukan penyerangan terhadap patogen yang ada pada tubuh dan sel T supresor berfungsi dalam melakukan penekanan terhadap fungsi sel T sitotoksik dan sel T helper agar tidak menimbulkan reaksi yang berlebihan pada saat penanganan infeksi dilakukan. 

B. Antibodi

Antibodi juga dianggap sebagai gamma globulin atau immunoglobulin yang terdiri dari 20% dari protein plasma. Untuk melindungi tubuh, antibodi bekerja dengan dua cara dan cara yang pertama adalah melakukan penyerangan langsung terhadap penyebab penyakit tersebut dan cara yang kedua dengan mengaktifkan sistem komplemen kemudian menghancurkan masalah penyakitnya.

Imunitas jenis ini dikatakan memiliki tipe-tipe dasar yang bisa memberikan respon tubuh dari adanya antigen. Tipe yang dimaksudkan adalah:

  • Imunitas humoral

Ini bisa juga disebut sebagai imunitas sel B. Mengapa? Karena limfosit sel B bisa membentuk atau menghasilkan antibodi. Antibodi terbentuk dari adanya antigen yang dimulai dari sel B pembelah kemudian membentuk sel B plasma juga sel B pengingat. Antibodi yang dihasilkan dari sel B plasma bertugas untuk mengikat antigen kemudian sel makrofag akan menghancurkan patogen dengan mudah. Ada beberapa cara antibodi dalam menghadapi antigen

  • Imunitas selular atau imunitas sel T

Sistem imunitas seluler akan melalui proses perubahan oleh sel T dimana sel T helper pada awalnya merangsang sel  T sitotoksi yang sangat baik dalam melakukan penyerangan terhadap sel asing. Caranya dalam membunuh patogen dengan menempelkan dirinya dipermukaan antigen.

Bagian-Bagian Sistem Imunitas Manusia

Setiap manusia terdiri dari banyak sekali organ tubuh. Dari banyaknya organ, bagian manakah yang termasuk pada sistem imunitas tubuh manusia? Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya yang ada di bawah ini.

1. Sel Darah Putih

Sel darah putih adalah bagian dari sistem imun tubuh manusia yang terkecil dengan segudang manfaat yang salah-satunya adalah untuk melakukan perlawanan terhadap bakteri dan jenis lainnya yang dapat membahayakan tubuh. Sel T menjadi pemeran utama dalam perlawanan infeksi.

Sebelum melakukan proses penghancuran terhadap bakteri, lebih dulu mereka mengaktifkan dan berkomunikasi dengan sel darah putih. Sel ini dikatakan akan langsung menyerang virus dan lain sebagainya seperti limfoma, melanoma dan herpes. Ini mereka lakukan tanpa bantuan bagian-bagian lain dari sistem kekebalan tubuh.

2. Sumsum Tulang

Sum-sum tulang merupakan bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh dan juga biangnya jenis sel pada sistem kekebalan tubuh dikenal sebagai sum-sum tulang merah. Sum-sum tulang merupakan bagian tertentu yang ada pada bagian dalam tulang.

Untuk memanipulasi sel induk menjadi sel B dan sel-sel pembunuh alami, serta sel kekebalan lainnya seperti sel T, biasanya menggunakan proses hematopoiesis. Sekali terbentuk, sel tersebut akan berpindah dan menyebar dari aliran darah hingga berada pada bagian yang terinfeksi dan pada kelenjar lainnya.

3. Kelenjar timus

Sel T yang juga berasal dari sum-sum tulang juga dikenal sebagai timosit. Timus merupakan bagian atau kelenjar kecil dimana letaknya sangat dekat dengan paru-paru bagian atas. Timosit yang melakukan pematangan dalam timus akan berkembang secara maksimum. Dalam mendukung sistem kekebalan, sel yang tidak terlalu kuat akan hancur dan diserap oleh timus serta sel yang telah matang akan mengalir hingga kedalam darah.

4. Limpa

Limpa adalah penyaring darah yang berguna untuk memusnahkan sel ganas yang ada didalam darah. Untuk berfungsi dengan baik, sel B, sel T dan sel-sel pembunuh alami juga ikut serta dalam penanganan sel-sel ganas. Selain itu, limpa juga dapat melancarkan fungsi kekebalan tubuh dengan memanfaatkan sel darah merah serta trombosit.

5. Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening ada pada seluruh tubuh yang juga termasuk dalam sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari jaringan penyaring terhadap bakteri, sel tumor serta juga virus. Tidak jauh beda dengan limpa dimana kelenjar getah bening yang terdiri dari banyak sel darah putih akan menetralisirkan cairan getah bening sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kelenjar tersebut yang ada pada kepala, leher, lengan, kaki, daerah perut dan lainnya akan dihubungkan melalui jaringan pembuluh limfatik aferen.

Adapun fungsi dari sistem kekebalan tubuh atau imun tersebut adalah:

  • Memerangi sumber penyakit dalam tubuh.
  • Membunuh setiap benda asing yang merugikan dalam tubuh.
  • Memperbaiki jaringan serta menghilangkan sel mati.

Bagaimana sistem imun bekerja?

Untuk melindungi tubuh dari berbagai macam benda asing yang dapat merugikan, sistem imun bekerja dengan cara yang seperti ini.

Setiap zat yang tidak dikenal ingion menyerang tubuh dikenal dengan nama antigen atau bibit penyakit. Jika Antigen tersebut berhasil masuk atau mempengaruhi tubuh, maka secara otomatis sistem imun akan melindungi tubuh dari ancaman infeksi.

Dari proses tersebut, ini akan mengakibatkan beberapa sel untuk bekerjasama dalam memerangi antigen dengan cara mengenali hingga menanggapinya. Sel-sel yang dimaksudkan tadi akan merangsang limfosit B dengan tujuan menghasilkan antibodi. Antibodi disebut sebagai protein yang secara khusus menempel pada antigen. Lalu, akan mengikut sertakan sel T dalam mendeteksi keberadaan antigen dan kemudian melenyapkannya. Sel T yang juga memiliki banyak kerabat akan memberikan sinyal kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan fungsinya masing-masing.

Antibodi akan tinggal sementara waktu dalam tubuh seseorang apabila ada tanda-tanda antigen kembali menyerang tubuh manusia, antibodi telah siap sedia untuk melakukan tugasnya.

Dan bagi setiap zat yang tidak dikenal memiliki racun dan ada dalam tubuh manusia, antibodi dapat mengendalikan racunnya dengan mengaktifkan protein atau yang dikenal komplemen dengan tugas untuk memerangi bakteri dan lain sebagainya yang mengakibatkan infeksi.

Sistem kekebalan tubuh adalah sistem yang ada pada setiap tubuh manusia dengan tugasnya yang sangat luar biasa yaitu melakukan perlawanan terhadap segala janis benda asing yang bisa memberi pengaruh negatif pada tubuh. Nama lain dari sistem ini adalah Imunitas. Bagi mereka yang memiliki sistem imun baik, maka bisa dipastikan tubuh seseorang dengan kondisi yang baik pula.

Nah itulah penjelasan mengenai sistem kekebalan tubuh, seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa sistem kekebalan terdiri dari sel darah putih, sumsum tulang, kelenjar timus, limpa dan kelenjar getah bening dengan secara otomatis jika kita mengelami gangguan diantara bagian bagian tersebut, bisa dipastikan bahwa sistem imun kita juga akan terganggu dan kita akan mudah terserang penyakit.