Setiap orang pasti memiliki hobi atau kebiasaan yang unik pada diri masing-masing. Kebiasaan biasanya muncul karena kita terus mengulang hal atau perilaku yang sama secara berulang-ulang untuk waktu yang cukup lama.

Beberapa kebiasaan muncul tanpa kita sadari sama sekali. Pada sebagian orang ini bisa terbentuk sejak kecil. Kebiasaan ini pada umumnya terbagi menjadi 2 versi yang berbeda, yaitu terdiri dari hal yang positif dan negatif.

Namun sayangnya, kebanyakan orang malah mengadopsi kebiasaan yang negatif, seperti tidur di atas jam 12 malam, yang pada akhirnya merujuk pada penyakit insomnia yang bisa mengundang jenis penyakit lainnya untuk menyerang tubuh.

Ada pula orang yang memiliki kecenderungan untuk selalu menggigit kuku mereka, terutama ketika sedang gugup misalnya. Ini bisa masuk kedalam kategori kebiasaan negatif, karena pada dasarnya pada kuku bisa terdapat banyak kuman yang bisa menimbulkan penyakit tertentu seperti diare misalnya.

Bukan itu saja, masih banyak contoh-contoh lain yang bisa anda temukan di sekitar anda. Atau bisa juga anda temukan pada diri anda sendiri. Coba anda berpikir atau mengingat sejenak, apa kira-kira yang menjadi kebiasaan buruk anda yang masih anda lakukan hingga saat ini? Jangan bilang anda tidak punya, ya.

Kebiasaan Mengunyah Es Batu

Dari sekian banyaknya kebiasaan yang dilakukan, ada satu yang bisa dibilang cukup aneh dan sekaligus berbahaya jika dibiarkan begitu lama. Apakah itu?

Banyak orang yang pasti belum mengetahui tentang hal ini. Kebiasaan tersebut adalah mengemil es batu. Bagi sebagian orang, jangankan untuk mengunyah es batu, mendengarnya saja pasti rasanya akan sangat ngilu, apalagi ketika bersentuhan dengan gigi. Namun hal yang seperti itu sama sekali tidak dirasakan oleh orang yang memiliki hobi ngemil es batu.

Kenapa harus es batu?

Di cuaca yang panas atau gerah, mendinginkan atau menghilangkan haus dengan menambahkan es pada minuman merupakan hal yang dianggap menyenangkan hampir oleh sebagian orang.

Namun anehnya, ada juga yang lebih suka menghilangkan kegerahannya tersebut dengan menghisap atau mengunyah es batu. Cara inilah yang dapat membantu mereka menemukan kelegaan.

Jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan hanya pada kondisi tertentu, es batu tidak akan menimbulkan bahaya. Namun hal yang sebaliknya akan terjadi jika dilakukan terus menerus.

Terus-menerus menambahkan es dan mengunyah es batu bisa berakibat buruk bagi gigi seseorang dan mungkin merupakan tanda dari kondisi mendasar yang membutuhkan perhatian dari medis.

Kebiasaan memakan atau istilahnya ngemil es batu secara berlebihan yang masuk dalam kategori masalah kesehatan ini disebut dengan Pagophagia, dimana seseorang memiliki keinginan yang berlebih untuk mengkonsumsi es batu. Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk kita simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Pagophagia?

Sama seperti halnya obat-obatan terlarang, es batu pun juga bisa menyebabkan masalah kecanduan pada orang-orang tertentu. Kalau sudah begini, kebiasaan mengunyah es batu bisa dikategorikan sebagai salah satu bentuk kondisi medis yang disebut pica, yaitu kebiasaan mengunyah atau memakan benda yang tidak lazim.

Pica biasanya kebanyakan dialami oleh anak-anak, namun kebiasaan atau kecanduan mengunyah es batu atau yang secara medis dikenal dengan istilah pagophagia ini bisa terjadi pada segala usia tanpa pandang buluh.

Pada umumnya Pica muncul akibat karena seseorang mengalami kekurangan suatu nutrisi tertentu pada tubuh. Biasanya, pada pagophagia, kondisi tersebut muncul akibat penderita mengalami kekurangan zat besi atau anemia.

Untuk bisa memasukkan seseorang ke dalam kategori kecanduan es ini, maka mereka harus memiliki beberapa karakteristik atau mengalami tanda-tanda tertentu, setidaknya dalam kurun waktu sebulan atau lebih.

Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya akan selalu mencari es secara terus-menerus, bahkan dapat mengunyah es dari freezer untuk memenuhi keinginannya.

Karakteristik atau Tanda Seseorang Kecanduan Es Batu

Keinginan untuk mengunyah es atau minum-minuman dingin tanpa bisa mengontrolnya adalah gejala paling umum dari gangguan pagophagia. Dalam jangka pendek, keinginan mengunyah atau memakan banyak es batu hanya memiliki kemungkinan resiko yang tidak terlalu besar.

Tapi bukan berarti anda bisa mengabaikannya begitu saja. Kalau bisa, cobalah untuk mengontrolnya sedikit demi sedikit. Sebenarnya keinginan tersebut muncul karena pikiran yang anda ciptakan sendiri. Itulah sebabnya mengapa solusi pertama pemecahannya pun bergantung pada anda sendiri.

Pagophagia seringkali berhubungan dengan anemia defisiensi besi. Akibatnya, anda akan mengalami sejumlah kondisi yang tidak menyenangkan, seperti:

  • Kelelahan
  • Pucat, yang berarti kulit lebih pucat dari biasanya
  • Nyeri dada, detak jantung cepat, atau sesak napas
  • Kepala terasa pusing
  • Lidah bengkak dan sakit
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Nafsu makan yang buruk

Kalau ini terjadi pada anda dan anda tidak bisa menemukan solusi penyelesainnya sendiri, cobalah untuk mencari bantuan lain, yang salah satunya bisa anda lakukan dengan pergi memeriksakan kondisi anda ke dokter.

Faktor-Faktor Yang Membuat Seseorang Mengalami Pagophagia

Meskipun banyak yang mengatakan kalau kondisi ini lebih sering menyerang anak-anak, tapi tidak berarti tidak mungkin menyerang orang dewasa atau orang tua. Siapa saja bisa mengalaminya. Pada wanita hamil, kondisi aneh ini pun bisa terjadi, karena orang-orang seperti ini kebanyakan memiliki masalah anemia yang merupakan ciri dari pagophagia.

Sebuah penelitian mengevaluasi perilaku dari 81 pasien yang menderita anemia defisiensi besi dan menemukan bahwa pagophagia merupakan kondisi yang paling sering ditemui. Ditemukan bahwa 13% dari peserta yang mengalami pagophagia memperlihatkan penurunan gejala lebih cepat setelah diberikan suplemen zat besi.

Studi lain menunjukkan bahwa mengunyah es batu dapat meningkatkan kewaspadaan pada orang-orang yang memiliki kekurangan zat besi. Dengan kata lain, ada hubungan yang jelas antara anemia dan pagophagia.

Mengunyah es juga bisa menjadi pertanda dari masalah emosional. Beberapa orang mungkin memiliki gejala pagofagia karena mereka berada dalam tekanan. Sedangkan untuk orang yang mungkin memiliki gangguan obsesif kompulsif (OCD) atau gangguan perkembangan lainnya, dalam kasus ini, mengunyah es mungkin bisa menjadi salah satu cara untuk memberikan mereka ketenangan.

Efek Buruk Yang Bisa Ditimbulkan

Segala macam penyakit pasti punya dampaknya masing-masing. Pagophagia pun seperti itu. Jelas hal ini akan berakibat fatal pada kesehatan penderitanya. Banyak di anatar orang yang doyan mengunyah es batu memulainya hanya untuk mengusir rasa bosan. Ini seperti memiliki sensasi tersendiri untuk mereka.

Saat mereka melakukannya terus-menerus, hal yang tadinya hanya untuk mengusir kebosanan tersebut berkembang menjadi sebuah kebiasaan, lebih tepatnya sebagai kebiasaan buruk.

Jika di antara anda yang sedang membaca artikel ini ada yang sedang mengalami masalah seperti ini tapi masih mengabaikannya dan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja, penjelasan tentang berbagai resiko yang kemungkinan kan disebabkan oleh kondisi tersebut, yang akan kami sebutkan ini mungkin bisa membantu mengubah pemikiran anda.

Nah, berikut ini adalah efek buruk dari keseringan makan atau mengunyah es batu yang kami maksud.

  • Menyebabkan kerusakan gigi

Salah satu dampak yang sangat terlihat yang disebabkan karena keseringan mengunyah es batu adalah merusak kesehatan gigi anda. Enamel gigi akan terpengaruh karena rasa dingin yang ditimbulkan saat anda mengunyah es batu tersebut dan hal ini akan berujung pada permasalahan gigi lain, seperti gigi nyeri, gigi rapuh, hingga sakit pada gusi.

Anda pasti tahu bagaimana sakitnya ketika gigi sakit kan? Kalau anda tahu dan pernah merasakan betapa menyakitkannya itu, anda pasti berpikir seribu kali untuk memakan es batu, kecuali anda memang ingin merasakan rasa sakit itu.

  • Menimbulkan perasaan mual

Beberapa orang mungkin akan mengalami dehidrasi dan mual jika tidak mengunyah es setiap waktu. Jika anda menderita atau merasakan salah satu dari dua gejala di atas, maka lebih baik berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin.

Pasalnya, jika sudah terjerumus dengan kebiasaan makan es batu, anda akan sulit disembuhkan, terutama jika sudah terlalu lama berlangsung dan anda baru melaporkannya sekarang. Sebelum terjadi hal yang jauh lebih buruk lagi, langkah tersebut harus anda ambil dan lakukan.

  • Menghilangkan selera makan

Umumnya, mereka yang sering makan es batu dalam jumlah besar cenderung kehilangan minat atau selara makannya. Anda tahu kan apa yang terjadi jika pola makan anda menjadi tidak teratur? Ini malah akan memunculkan masalah baru untuk anda, yaitu berupa penyakit yang akan menambah kesusahan anda dikedepannya.

Kalaupun anda tidak bisa menghilangkan kebiasaan tersebut secara keseluruhan, atau anda belum bisa menghentikan keinginan untuk melakukannya, maka paksakan diri anda untuk terlebih dulu mengisi tubuh anda dengan makanan-makanan yang bergizi. Meskipun ini tidak begitu membawa hasil yang signifikan, tapi setidaknya ini bisa meminimalkan kondisi kesehatan buruk menimpa anda.

  • Membuat tubuh menjadi lemah

Sebagian orang, khususnya mereka yang sangat ingin kurus, seringkali mengambil jalan ini untuk mewujudkannya. Hal ini karena mengunyah es terbukti bisa mengendalikan nafsu makan, terutama untuk makanan ringan, yang menjadi salah satu penyebab kegemukan. Cara ini dipercaya dapat menghilangkan nafsu makan.

Namun jangan salah, mungkin berat badan ada akan turun, tapi tubuh anda akan menjadi lemas tak bertenaga karena itu. Segala sesuatu yang instan tidak akan memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Malah justru yang ada akan semakin memperburuk kesehatan anda.

Kalau memang ingin diet, maka lakukan lah itu dengan pola yang benar. Mengunyah es batu bukanlah cara yang tepat untuk itu. Jadi, jangan coba-coba untuk melakukannya kalau memang anda menyayangi tubuh anda.

Jika anda mengalami pagophagia dan curiga bahwa jangan-jangan anda mengalami kekurangan zat besi, maka anda dapat langsung berkonsultasi ke dokter. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan darah untuk mengetahui kadar zat besi yang ada di dalam tubuh anda.

Jika anda memang mengalami kekurangan zat besi, maka anda dapat mengonsumsi suplemen atau meningkatkan asupan nutrisi anda dengan beberapa bahan pangan yang kaya akan zat besi, seperti daging dan sayuran hijau.

Ternyata, kebiasaan mengunyah es batu tidak selamanya menyenangkan, lho. Sekarang anda sudah mengerti kan akan bahaya dan efek samping yang bisa ditimbulkan jika anda mengkonsumsinya secara berlebihan?

Bahaya Lain Dari Es Batu

Tahukah anda, bahwa kebanyakan es batu atau es balok dibuat menggunakan air mentah alias air yang tidak dimasak ataupun yang mengalami proses penyaringan yang benar?

Tak jarang airnya berasal dari sungai yang disuling dan ditambahkan bahan kimia sebagai penjernih. Kemudian dimasukkan ke dalam pendingin dan jadilah es batu atau es balok. Inilah yang kemungkinan selama ini anda masukkan ke dalam tubuh anda.

Itulah sebabnya mengapa harga untuk satu es balok cukup murah, hanya berkisar Rp. 6.000 sampai Rp. 7.000. Selain menggunakan bahan berbahaya, proses pembuatan es batu di pabrik juga tidak dilakukan secara bersih dan steril. Menurut ahli pangan, bakteri yang ada dalam air mentah tidak mati meski dalam kondisi beku.

Beberapa jenis bakteri tertentu mungkin bisa mati jika lama berada di lingkungan beku, tapi ketika sudah masuk ke dalam tubuh, bakteri ini bisa hidup kembali dan akan membahayakan kesehatan anda.

Mulai dari proses pembuatannya sampai dengan ke tangan pembeli, es balok selalu tidak dilengkapi dengan kemasan yang baik, padahal bakteri atau virus penyebab penyakit selalu mengancam di tempat yang tidak terlindungi.

Selain itu, saat disimpan di depot, es hanya ditutup dengan menggunakan kain atau karung seadanya, yang tidak dijamin kebersihannya. Masyarakat juga sulit membedakan es batu yang sehat dan tidak. Karena itu kewaspadaan dari para konsumen lah yang menjadi penentunya.

Sebuah penelitian telah dilakukan oleh salah satu TV swasta, dengan maksud untuk mengetahui kandungan dalam es batu. Tim investigasi dari TV tersebut mengambil contoh secara random di beberapa penjual yang mencampurkan es batu pada aneka minuman yang mereka jual.

Lalu tim tersebut membawanya ke laboratorium untuk mengetes kandungan dari es tersebut. Hasil yang didapat sungguh menakutkan dan mengejutkan setiap orang. Ternyata dalam es itu terkandung bakteri bernama E-COLI yang jumlahnya jauh di atas batas normal (10.000–20.000 per 100 mL).

Dengan kata lain, es batu ini mengandung bakteri hampir setara dengan kotoran manusia. Yang dapat diartikan bahwa air es batu lebih kotor dari pada air toilet. Mulai sekarang anda harus extra hati-hati ketika mengkonsumsi minuman dingin di warung -warung tepi jalan atau restoran siap saji.

Untuk menghindarkan anda dari bahaya yang terdapat di dalam es batu ini, kami akan memberikan beberapa saran agar anda dapat terhindar dari masalah kesehatan yang akan menyerang anda. Berikut beberapa saran yang perlu anda pertimbangkan ketika akan mengkonsumsi es batu:

  • Kami sangat menyarankan agar anda tidak terlalu sering meminum minuman yang dicampur es batu yang banyak dijual di warung di tepi-tepi jalan. Jika anda terpaksa maka minta lah minuman yang hangat.
  • Kriteria es yang baik adalah es yang dibuat dari air masak. Jika belum dimasak maka pastikan bahwa air yang akan dijadikan es itu belum tercemar seperti misalnya air yang diambil dari mata air pegunungan.
  • Minumlah es yang dalam proses pembuatannya benar-benar steril. Steril maksudnya adalah es itu dalam kondisi yang bersih dan aman untuk diminum.

Terlepas dari itu semua, hal yang paling baik yang seharusnya anda lakukan ketika anda merasa kehausan adalah meminum air putih tanpa adanya tambahan atau campuran es batu di dalamnya. Selain bisa menghilangkan dahaga, air putih juga jauh lebih baik dan sehat untuk tubuh anda.

Kesimpulan

Mengkonsumsi air dingin saat sedang haus-hausnya memang sangat melegakan. Namun, dibalik kelegaan tersebut, ada ribuan bakteri yang siap menerobos sistem pertahanan tubuh kita untuk menyebarkan berbagai jenis penyakit.

Jika anda benar-benar tidak bisa menahan keinginan anda untuk meminum minuman dingin atau dengan tambahan es batu di dalamnya, anda bisa membuat atau membekukan es yang anda buat sendiri.

Kalau kita yang membuatnya sendiri, tentu kita tahu tingkat kebersihannya dan kita tidak akan mungkin menggunakan air mentah ataupun air yang sudah tercemar, bukan? Itu adalah cara yang lebih baik daripada anda membeli es batu dari luar yang belum tentu bersih dan higienis.

Selain itu, terlalu sering memakan es batu akan membuat anda menjadi kecanduan dan tidak akan bisa terlepas darinya. Kalau sudah begini, maka itu adalah pertanda bahwa anda sedang mengalami sebuah gangguan atau penyakit, yang dikenal sebagai Pagophagia, yang sudah kami sebutkan tadi.

Mungkin terdengar sepele, namun jika dibiarkan, kondisi ini bisa merusak dan mengganggu kinerja tubuh anda. Kalau tata kerja tubuh sudah terganggu, maka itu akan sangat merepotkan.

Anda bisa jatuh sakit atau bahkan menderita penyakit yang buruk karena kebiasaan tersebut.  Itulah sebabnya mengapa anda harus mengontrol kebiasaan itu. Kalau sudah terlanjur berefek, maka segeralah periksakan keadaan anda kepada ahlinya, yaitu dokter.

Demikianlah artikel tentang bahaya dibalik kebiasaan orang-orang yang suka mengunyah es batu atau sering minum-minuman menggunakan es yang bisa kami sampaikan, semoga setelah membaca penjelasan kami, anda bisa lebih hati-hati di dalam mengkonsumsi minuman apapun walau kelihatannya lezat, nikmat dan segar dengan tambahan es batu di dalamnya. Ingat, mencegah lebih baik dari pada mengobati.