Bulan suci ramadhan sedang kita jalankan dan tidak terasa bahwa hitungan minggu kita akan dekat dengan hari raya idul fitri, Yaps memang semua orang khusunya muslim pastinya sangat menunggu-nunggu hari ini.

Hari dimana semua keluarga bisa bertemu dan bersilahturahmi, baik sanak saudara yang berada di luar kota maupun yang diluar negeri semua akan berkumpul di suatu tempat. Dan biasanya semua akan berkumpul di rumah nenek.

Nah siap nih yang diantara kalian yang mengehabiskan hari lebarannya pulang kampung kerumah nenek? Hmm kalo mimin sih sudah menjadi tradisi, dimana setiap tahunnya pasti berkumpul disana.

Berbicara soal tradisi lebaran, konten mimin kali ini akan membahas mengenai tradisi yang sering dilakukan orang-orang saat lebaran. Hmm apa ada salah satunya yang menjadi tradisi kalian? Yuk kita simak sama-sama.

Apa Itu Lebaran?

Sebelum melihat tradisi-tradisi yang sering dijalani oleh banyak orang saat sedang lebaran ataupun menyambut lebaran, sebaiknya kita ketahui dulu seperti apa lebaran itu. Yaa walaupun semuanya sdudah pada tau, setidaknya mimin ingin memberikan info saja hehe.

Hari raya Idul Fitri merupakan salah satu hari raya yang penting bagi umat Islam di seluruh dunia, yang artinya menandakan bulan suci Ramadhan telah berakhir. Hari raya Idul Fitri juga hari raya pertama yang satu-satunya ada di bulan Syawal.

Hari raya Idul Fitri jatuh pada hari pertama bulan Syawal yang dimana tanggal dimulainya bervariasi berdasarkan pengamatan bulan oleh otoritas keagamaan setempat, jadi hari perayaan bisa bervariasi menurut wilayah. Namun beberapa tahun akhir ini, Hari raya sudah serentak dilaksanakan.

Sedangkan Hari raya Idul Adha atau sering disebut Hari raya Haji ataupun Hari raya Qurban, yang merupakan hari raya yang dimana kebanyakan umat Islam pergi berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji.

Hari raya Idul Adha juga sering diperingati dengan peristiwa Qurban, yang dimana ketika Nabi Ibrahim bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan hewan domba. Hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, yang dimana 70 hari setelah perayaan Hari raya Idul fitri dilakukan. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Tradisi Yang Dilakukan Pada Lebaran

Lebaran merupakan Hari Raya umat Islam yang dimana umat islam melakukan sejumlah tradisi yang salah satunya saling bermaaf-maafan. Namun, lebaran juga terdapat dua macam yaitu Hari raya Idul Fitri dan Hari raya Idul Adha yang setiap setahun sekali selalu ada. Berikut beberapa tradisi yang dilakukan sewaktu lebaran tiba, antara lain sebagai berikut:

Tradisi Lebaran Idul Fitri

1. Mudik

Mudik menjadi salah satu tradisi yang sering dilakukan umat muslim diseluruh dunia yang pada harinya ingin berkumpul sama keluarga besar dikampung halaman. Ketika seminggu sebelum lebaran, kebanyakan umat muslim tidak tanggung-tanggung bepergian dan menyeberang pulau satu ke pulau lainnya untuk berkumpul bersama keluarga tercinta. Kamu bisa membayangkan kenapa mudik telah menjadi sebuah tradisi yang sangat besar dan masih selalu dijalankan hingga saat ini.

Kalian juga mengetahui bahwa wilayah Indonesia sangatlah luas, itulah mengapa seminggu sebelum lebaran banyak yang bepergian atau merantau untuk melepas kerinduan yang telah memisahkan seseorang dengan keluarganya selama setahun atau bertahun-tahun yang panjang.

Lebaran juga menjadi momen yang sangat tepat untuk pulang kampung dan bersua kembali dengan sanak saudara, sebab liburan ini terbilang sangat panjang dan bisa memberi waktu yang cukup untuk bepergian jauh sekalipun. Jangan kaget jika sewaktu-waktu di musim Lebaran Jakarta ataupun kota lainnya menjadi begitu lengang, karena jutaan penduduknya “hilang” dan berpencar kembali ke kampung halaman masing-masing.

2. Ziarah ke Makam

Tradisi yang wajib dilakukan ialah Nyekar atau Ziarah, sebab telah menjadi hal wajib bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sebelum momen Lebaran tiba dan ada juga yang melakukan hal ini selepas shalat Idul Fitri atau di pagi hari Lebaran pertama tiba. Orang-orang akan mendatangi pemakaman dan memanjatkan doa bagi keluarga dan juga kerabat yang telah pergi meninggalkan dunia.

3. Belanja Baju Baru

Tradisi lainnya ialah menggunakan baju baru ketika Lebaran tiba. Tradisi ini selalu dijalankan oleh banyak orang muslim. Meski hanya sebagai simbol atau kebiasaan saja, tetapi hal ini hampir selalu identik dengan perayaan Lebaran setiap tahunnya.

Tradisi membeli baju baru untuk dipakai saat hari lebaranpun didukung oleh berbagai pusat perbelanjaan yang ramai memberi diskon besar-besaran. Oleh karena itu, tradisi ini langgeng di masyarakat Indonesia.

4. Menyediakan Banyak Kue Lebaran

 

Nah, siapa sih yang nggak pernah cobain kue lebaran? Iya, momen lebaran pastinya terdapat beraneka ragam kue yang terdiri dari kue nanas (nastar), kue coklat, kacang arab, dan sebagainya.

Kebanyakan orang, tiga hari sebelum lebaran pasti sudah meracik adonan-adonan yang hasilnya akan ditempatkan ditoples hari raya. Setiap rumah pun pas memiliki kue lebaran karena itu sudah menjadi tradisi di Indonesia.

5. Membuat Ketupat Untuk Dimakan Bersama Keluarga

ketupat tentu telah menjadi hal yang tidak terpisahkan. Makanan khas lebaran ini biasanya akan disajikan bersama opor, rendang, semur, kerupuk udang dan beberapa jenis tambahan lainnya. Meski terbilang memiliki cara penyajian yang berbeda-beda pada tiap daerah di Indonesia, namun ketupat telah menjadi sebuah penganan wajib yang selalu disajikan ketika perayaan Lebaran.

Ketupat Lebaran akan menjadi sebuah sajian yang sangat istimewa, sebab hampir semua keluarga akan menyantapnya dengan bahagia, di mana seluruh atau sebagian besar anggota keluarga bisa berkumpul dan menikmatinya bersama-sama. Tak lengkap rasanya melewati Lebaran tanpa sajian ketupat, karena ketupat adalah sajian khas yang wajib disantap di momen yang indah tersebut.

6. Bermain Petasan

Tradisi lainnya yang banyak disukai oleh anak-anak ialah menyalakan petasan pada hari lebaran. Namun saat ini perasan sudah di anggap berbahaya, karena sudah banyak memakan korban, maka dari itu pemerintah secara resmi melarang untuk menggunakan petasan. Tapi petasan sudah menjadi sebuah tradisi yang telah dilakukan pada malam harinya/ malam takbiran.

Ada beberapa petasan yang berbahaya, namun jangan khawatir sebagai pengganti petasan, masyarakat kebanyakan mengunakan kembang api untuk menambah semaraknya pesta kemenangan umat Islam. Hal ini karena kembang api tidak menimbulkan ledakan layaknya petasan yang dapat membahayakan. Akan tetapi, harus hati-hati Anda juga dalam bermain kembang api.

7. Menabuh Bedug

Dengan bersamaan kumandang takbir dan sudah menjadi juga tradisi menyalakan petasan atau kembang api di depan halaman rumah, umumnya anak muda kebanyakan menabuh bedug keliling sebagai ungkapan kebahagiaan mereka untuk menyambut kemenangan umat Islam. Tabuhan bedug ini dilakukan seirama sehingga membuat suasana malam lebaram semakin marak dan mengharukan.

8. Halal Bi Halal

Tradisi selanjutnya ialah Halal Bi Halal, yang merupakan momen saling memaafkan antara satu sama lain yang dilakukan kepada sanak saudara, teman, tetangga, dan sebagainya. Momen ini juga menjadi istilah untuk saling mengunjungi kerumah-rumah seperti kerumah saudara yang lebih tua dari orang tua ataupun krabat lainnya untuk saling ber maaf-maafan.

Halal Bi Halal bahkan masih akan dirayakan setelah momen Lebaran berlalu dan kita kembali beraktifitas seperti biasanya, maka di tempat-tempat kita beraktifitas hal ini juga akan dirayakan, seperti: di sekolah, di kantor, atau tempat lainnya.

Tradisi ini bahkan juga mengikuti perkembangan Zaman dengan melakukan halal bi halal melalui media online dan gadget modern. Kini banyak di antara kita yang saling bermaafan melalui handphone, media sosial, dan semacamnya.

9. Membagi THR

Tradisi yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak ialah THR (Tunjangan Hari Raya). THR merupakan momen yang sangat diharapkan oleh anak kecil sebab mereka akan mendapatkan sejumlah uang yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Namun, banyak orang memberikan THR menggunakan kartu yang dalamnya akan diisikan uang lalu akan diberikan kepada anak kecil ataupun pada sanak saudara kita.

10. Rekreasi/ Liburan Bareng Keluarga

Libur pada saat hari lebaran memang sangat panjang, dan tidak mungkin hanya di habiskan di rumah saja. Pastinya akan sangat membosankan jika hanya menghabiskan waktu duduk dan menonton televisi.

Untuk itu banyak orang yang melakukan rekreasi bersama keluarga besar mereka. Dengan mengunjungi suatu tempat, misalnya saja seperti tempat permainan, pantai, air terjun, ataupun ke mall.

Tradisi Lebaran Idul Adha

Biasanya tradisi yang dilakukan pada lebaran Idul Adha sama dengan halnya yang dilakukan pada lebaran Idul Fitri. Namun ada beberapa yang berbeda sedikit, antara lain dibawah ini:

1. Manten Sapi

Di Jawa Timur, tepatnya di Pasuruan terdapat tradisi khas yang tidak kalah unik dengan tradisi lainnya yaitu Tradisi Manten Sapi atau Pengantin Sapi yang merupakan cara warga setempat untuk menghormati hewan yang akan di Qurbankan.

Tradisi yang digelar sehari menjelang Idul Adha ini sudah dijalankan turun temurun, dimana Sapi yang akan dijadikan hewan Qurban tersebut akan dirias secantik mungkin selayaknya manten atau pengantin.

Setelah proses menghias sapi sudah selesai, Sapi-sapi tersebut akan diarak oleh ratusan warga menuju masjid untuk diserahkan ke panitia Qurban. Selain itu, para ibu-ibu juga ikut meramaikan dengan membawa peralatan dapur untuk persiapan penyembelihan hewan tersebut.

2. Meugang

Tradisi Idul Adha selanjutnya berasal dari Aceh, dimana tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun sejak jaman kepemimpinan Sultan Iskandar Muda untuk menghormati hari besar Islam seperti Idul Adha dan Idul Fitri.

Nama tradisinya yakni Meugang, merupakan pemotongan hewan secara massal dan kemudian dibagikan pada kaum dhuafa sebagai wujud rasa syukur atas semua nikmat yang diberikan ALLAH.SWT.

3. Grebeg Gunungan

Grebeg Gunungan yang biasanya diadakan oleh Keraton Yogyakarta saat menjelang Idul Adha, bahkan tradisi ini sudah menjadi ritual tahunan bagi Keraton Yogyakarta.

Dengan dikawal beberapa prajurit berserta dua ekor kuda, 3 buah gunungan grebeg akan diarak dari Kraton menuju Masjid. Setelah dibacakan doa, 3 buah gunungan grebeg yang terdiri 1 gunungan lanang, dan 2 gunungan putri akan diperebutkan warga yang hadir.

Konon katanya, gunungan yang diperebutkan bisa mendatangkan berkah seperti yang diceritakan oleh leluhur mereka. Tradisi Grebeg Gunungan sudah berjalan secara turun temurun

4. Apitan

Tradisi Idul Adha selanjutnya berasal dari kota Semarang, Jawa Tengah yaitu tradisi Apitan atau sedekah bumi Apitan yang dilakukan dengan cara mengarak tumpeng dan beberapa hasil bumi di jalan raya.

Sama dengan tradisi Grebeg Gunungan di Jogja, tradisi Apitan juga sudah dijalankan secara turun temurun yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada yang maha kuasa atas limpahan rezeki kepada warga.

Arak-arakan hasil bumi yang tersusun rapi bertumpuk seperti padi, cabe, terong, jagung, tomat dan lainnya itulah bentuk simbol rasa syukur mereka kepada yang maha kuasa karena sudah memberikan hasil panen yang melimpah.

Di akhir tradisi Apitan akan dibacakan doa untuk keselamatan warga, kemudian warga akan berebut gunungan hasil bumi yang diarak tadi. Konon katanya mendapatkan hasil bumi yang diarak tadi bisa mendatangkan berkah.

Nah, itulah beberpa tradisi yang dilakukan pada saat lebaran telah tiba. Unik bukan? Apa ada yang sama seperti yang kalian lakukan saat lenbaran tiba? Pastinya ada dong!