Zaman dulu, ada terdapat beberapa hewan yang dimana sekarang tidak dapat  untuk ditemukan lagi. Salah satu hewan purbakala yang sangat terkenal adalah dinosaurus. Konon katanya dahulu bumi pernah dihuni oleh sekelompok hewan yang memiliki ukuran rasaksa.

Tidak hanya satu spesies saja, dinosaurus memiliki banyak spesies. Namun seiring berjalannya waktu hewan purba ini punah dan bahkan sudah tidak ada lagi didunia ini. Hmm nggak kebayangdeh kalau masih ada, trus si dinosaurus lalu lalang di depan rumah kita hihi seyeem. Nah untuk mengenal kembali sosok hewan purba rasaksa ini, yuk kita simak artikel berikut.

 

Apa Itu Dinosaurus?

Dinosaurus merupakan salah satu kelompok reptil yang ada pada zaman purbakala dari klad (suatu kelompok taksonomi yang memiliki satu leluhur bersama dan semua keturunannya juga berasal dari moyang) Dinosaurus. Dinosaurus pertama kali muncul pada periode Triassic atau sekitaran pada taun 231 juta tahun yang lalu.

Dinosaurus juga merupakan vertebrata dominan selama 135 juta tahun, yang dimulai sejak periode Jura (sekitar 201 juta tahun yang lalu) hingga berakhirnya periode Kapur (65 juta tahun yang lalu), dan kemudian musnah akibat peristiwa kepunahan Kapur Paleogen sebelum Era Mesozoikum.

Sebuah pembelajaran yang membahas tentang fosil Dinosaurus yang dimana telah menunjukkan bahwa spesies burung telag berevolusi dari Dinosaurus Theropoda selama periode Jura berakhir. Dengan demikian, burung adalah salah satu keturunan Dinosaurus yang bertahan hidup dari kepunahan Cretaceous-Paleogene 66 juta tahun yang lalu. Maka dari itu Dinosaurus terbagi menjadi dua macam yaitu Dinosaurus burung (unggas) dan Dinosaurus Non unggas.

Dinosaurus juga digolongkan ke dalam beragam kelompok hewan dari sudut pandang taksonomi, morfologi, dan ekologi. Lebih dari 9.000 spesies burung telah menjadi jenis dinosaurus vertebrata yang paling beragam, selain perciform ikan.

Dengan menggunakan bukti fosil, para paleontolog (ilmu yang mempelajari kehidupan praaksara) telah mengidentifikasi lebih dari 500 genera dinosaurus yang berbeda, dan lebih dari 1.000 spesies yang tidak sama dengan dinosaurus non unggas.

Meskipun spesies burung pada zaman modern seperi saat ini umumnya memiliki ukuran kecil karena menyesuaikan dengan kemampuan terbang. Namun sebagian besar dari Dinosaurus pra sejarah memiliki ukuran yang sangat besar seperti Amphicoelias fragilimus dari sauropoda, dengan panjang 60 meter (200 kaki) dan tinggi 10 meter (30 kaki) dengan berat 150 ton.

Sampai saat ini juga ada beberapa anggapan bahwa dinosaurus non unggas pada umumnya berukuran raksasa, tapi anggapan itu hanyalah suatu kesalahpahaman sebab banyak juga dinosaurus yang berukuran kecil, misalnya Xixianykus, yang panjangnya hanya 50 cm (20 inci).

Semua dinosaurus hidup pada Masa Mesozoikum (Zaman Pertengahan) yang berlangsung setelah Masa Paleozoikum dan sebelum Masa Kenozoikum atau Neozoikum pada Eon Fanerozoikum (Kehidupan Terlihat).

Masa Mesozoikum berlangsung antara 65 sampai 250 juta tahun yang lalu. Masa Mesozoikum dibagi menjadi tiga periode, yaitu Periode Triasik atau Trias (206 sampai 250 juta tahun yang lalu), Jurasik atau Jura (145 sampai 205 juta tahun yang lalu), dan Kretaseus atau Kapur (65 sampai 144 juta tahun yang lalu).

Secara Harfiah, Dinosaurus memiliki arti “Kadal yang mengerikan”, yang dimana sebenarnya Dinosaurus bukanlah spesies kadal tapi Dinosaurus termasuk dalam kelompok reptil yang terpisah. Bukti menunjukkan bahwa dinosaurus yang telah punah sama sekali tidak mencerminkan karakteristik tradisional reptil, misalnya bergerak melata dan ektoterma.

Selain itu, kebanyakan hewan pra sejarah seperti mosasaurus, ichthyosaurus, pterosaurus, plesiosaurus, dan Dimetrodon, dianggap sebagai jenis dinosaurus, namun sebenarnya hewan-hewan ini bukanlah Dinosaurus.

Pada abad ke 20 sebelum burung diakui sebagai keturunan dinosaurus, sebagian besar para ilmuwan percaya bahwa Dinosaurus adalah hewan yang lamban pergerakannya dan berdarah dingin. Namun, penelitian yang dilakukan sejak 1970 telah menunjukkan bahwa Dinosaurus adalah hewan yang aktif dengan sistem metabolisme yang tinggi dan melakukan berbagai adaptasi dalam interaksi sosialnya.

Sejak itulah fosil dinosaurus ditemukan pertama kali pada awal abad ke19, yang dimana rangkaian kerangka dinosaurus telah menjadi atraksi utama di berbagai museum di seluruh dunia, dan dinosaurus juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan dunia.

Jenis Dinosaurus

Dinosaurus menjadi salah satu karakter yang sering ada dicerita-cerita anak-anak. Namun, perlu diketahui Dinosaurus terbagi dalam berbagai jenis antara lain sebagai berikut:

1. Velociraptor, merupakan salah satu Dinosaurus yang hidup di akhir Zaman Kretasius sekitar 65 sampai 71 juta tahun yang lalu. Dinosaurus ini termasuk dalam sub ordo Dromaesauridia yang memiliki ukuran tubuh sedang, dengan panjang sekitar 5 kaki (1.5 meter) dan tinggi 3 kaki (1 meter) dan berat sekitar 15 sampai 30 pound (7 sampai 14 kilogram).

Sama seperti Dromaesauridia lainnya, tubuh Velociraptor kemungkinan memiliki bulu. Selain itu, mereka memiliki sebuah cakar besar berbentuk melengkung, yang kemungkinan digunakan untuk menusuk atau merobek tubuh korbannya, dan juga menyerangnya dengan kuku kaki yang tajam. Velociraptor juga termasuk pintar bila dibandingkan dengan dinosurus lainnya, dan hal ini membuat mereka mampu bersaing dengan predator besar lain yang hidup di tempat yang sama. Fosilnya ditemukan di daerah Mongolia, Rusia, dan Cina.

2. Tyrannosaurus Rex, merupakan Dinosaurus jenis karnivora yang terbesar. T-rex dapat tumbuh sepanjang 12 meter (sekitar 40 kaki)dan berat mencapai 7 ton. Dinosaurus ini juga bisa memangsa jenis dinosaurus herbivora besar seperti triceratops dan edmontosaurus yang merupakan jenis Dinosaurus herbivora saat itu. Selain itu tyrannosaurus juga diketahui memiliki salah satu gigitan terkuat dibanding hewan lain yang pernah ada.

3. Megalosaurus, adalah dinosaurus yang pertama kali ditemukan manusia. Rahang yang kuat serta, gigi yang besar dan tajam membuktikan bahwa dino jenis ini lah seekor pemakan daging (karnivora) yang ganas. Megalosaurus memiliki panjang 9 meter, tinggi 3 meter, dan berat 1300 kilogram. Megalosaurus hidup pada zaman Jurassic (tepatnya 155 sampai 170 juta tahun yang lalu). Waktu pertama kali ditemukan orang mengira ia berjalan dengan 4 kaki namun penemuan berikutnya membuktikan bahwa ia berjalan dengan 2 kaki saja.

4. Micropachycephalosaurus, merupakan salah satu dinosaurus yang memiliki ukuran kecil. Dinosaurus jenis ini memiliki bentuk kepala yang sama dengan kepala kadal. Micropachycephalosaurus memiliki panjang tubuh hanya berkisar 60 centimeter. Bobotnya pun paling berat hanya 4,5 kilogram. Dino jenis ini termasuk herbivora.

5. Argentinosaurus huinculensis, sepesies ini di gambarkan dan di terbitkan oleh palaentolog Argentina Jose F. Bonaparte dan Rodolfo Coria pada tahun pada tahun 1993. Sebuah rekontruksi awal oleh Gregory S. paulus di perkirakan dinosaurus ini memiliki panjang tubuh 35 sampai 40 meter atau 98 sampai 111 kaki dengan berat mencapai 80 sampai 100 ton.

6. Brachiosaurus, merupakan genus dinosaurus sauropod dari Formasi Morrison Jurassic Amerika Utara. Sama seperti semua dinosaurus sauropoda, Brachiosaurus adalah hewan berkaki empat dengan tengkorak kecil, leher panjang, batang besar dengan penampang tinggi elipsoid, ekor panjang, berotot dan ramping. Di perkirakan ukuran tubuh Brachiosaurus memiliki panjang 26 meter dengan berat mencapai 70 sampai 80 ton.

7. Seismosaurus hallorum, adalah salah satu dinosaurus yang paling mudah diidentifikasi, dengan bentuk dinosaurus klasik, leher panjang dan ekor dan empat kaki kokoh. Selama bertahun-tahun, Seismosaurus hallorum menjadi dinosaurus terpanjang yang dikenal orang. Dinosaurus ini memiliki panjang tubuh mencapai 37 meter dengan berat 30 sampai 80 ton.

8. Andesaurus delgadoi, adalah genus dinosaurus sauropoda titanosaurian basal yang ada selama pertengahan Periode Cretaceous di Amerika Selatan. Seperti kebanyakan sauropoda, itu akan memiliki kepala kecil di ujung leher panjang dan ekor yang sama panjang. Andesaurus adalah sauropoda yang sangat besar, seperti juga banyak sauropoda lain, yang termasuk hewan terbesar yang pernah berjalan di Bumi. Andesaurus memiliki panjang tubuh 40 meter dan berat sekitar 70 ton.

9. Triceratops atau bisa dipanggil dengan Tritop yang merupakan jenis dinosaurus bertanduk tiga yang memiliki badan besar. Dinosaurus ini jarang lari karena biasanya meraka melindungi diri dengan tanduknya yang tajam dari Dinosaurus Tyrannosaurus. Jenis Dino ini pernah disebut sebagai dinosaurus ksatria, karena bentuk kombinasi kepala dan tanduknya membuat dirinya seperti seorang ksatria dengan pedang dan tameng. Sebutan ini ada benarnya, karena kulit yang berada pada posisi tameng amatlah keras. Selain itu tanduknya yang tajam mampu membuat lawan ketakutan.

10. Compsognathus, adalah jenis dinosaurus kecil yang menyerang secara berkelompok seperti “Velociraptor”. Tapi perlu diketahui kelompok Compsognathus jauh lebih banyak dari pada Velociraptor, karena tubuh mereka jauh lebih kecil. Strategi kelompok Compsognathus lebih agresif dari pada kelompok Velociraptor. Sebab, mereka tidak menggunakan pengalihan perhatian melainkan bantuan tambahan di belakang mereka yang sudah siap siaga.

Compsognathus, Velociraptor, dan Tyrannosaurus memiliki bentuk yang mirip, tetapi mereka memiliki jenis yang berbeda. Dinosaurus ini merupakan dinosaurus yang paling kecil dengan panjang 60 cm dan hanya sebesar ayam. Hidup pada zaman Jurassic akhir sampai dengan awal Cretaceous.

11. Archaeopteryx, merupakan jenis dinosaurus yang bisa terbang karena memiliki anatomi mirip velociraptor.

12. Ankylosaurus, merupakan salah satu jenis dinosaurus yang memiliki tubuh sepanjang 9 meter (30 kaki). Ankylosaurus memiliki tubuh yang dilindungi oleh semacam cangkang keras yang membuat tubuhnya tidak bisa diserang dengan mudah, bahkan oleh Tyrannosaurus Rex. Ankylosaurus memiliki bentuk ekor yang panjang lurus dan sangat keras. Jika Ankylosaurus dihadang oleh lawannya, ia akan menyerang lawan tersebut dengan ekor kerasnya dan dalam sekejap lawannya akan terjatuh.

13. Mamenchisaurus, merupakan salah satu jenis dari dinosaurus herbivora yang memiliki kaki empat dan memiliki bentuk leher yang sangat panjang. Sebagian besar spesiesnya hidup pada 145 sampai 150 juta tahun yang lalu, pada periode Tithoania di akhir periode Jurasik.

14. Stegosaurus, merupakan sebuah genus (salah satu bentuk pengelompokan dalam klasifikasi makhluk hidup yang secara hierarki tingkatnya di atas spesies, tetapi lebih rendah daripada familia) dinosaurus herbivora besar dari Awal Jurassic di Amerika Utara. Spesies ini adalah salah satu jenis dinosaurus yang paling mudah diidentifikasi, karena Dinosaurus ini memiliki dua sisik yang saling silang di punggungnya dan 2 pasang duri panjang di ekornya yang disebut dengan “Thagomizer”.

15. Giganotosaurus carolinii, merupakan Dinosaurus yang sangat mirip dengan Tyrannosaurus rex, tapi Giganotosaurus carolinii memiliki ukuran yang sangat besar sekitar 2 atau 3 meter lebih besar dari Tyrannosaurus rex. Dinosaurus jenis ini termasuk sebagai pemangsa ganas sama seperti Tyrannosaurus Rex.

Hanya saja yang membedakannya ialah ukuran tubuh, Giganotosaurus carolinii memiliki 3 cakar berlengan yang besar sedangkan Tyrannosaurus rex hanya memiliki 2 cakar dan lengan sangat kecil. Panjang Giganotosaurus diperkirakan mencapai 14,5 meter sampai 16 meter dan berat badannya sekitar 8 atau 9 ton. Giganotosaurus carolinii ditemukan pada tahun 1994 di Gurun Patagonia, Argentina oleh Ruben Daro Carolinii dan Rudolfo Coria.

16. Spinosaurusi, adalah salah satu dinosaurus yang memakan daging besar dan memiliki serangkaian duri di punggungnya. Dinosaurus besar ini hidup pada periode Cretaceous akhir, sekitar 95 sampai 98 juta tahun yang lalu, di tempat yang sekarang bernama Afrika. Spinosaurus disebut “kadal berduri” karena memiliki serangkaian duri saraf besar sampai 6 kaki (1,8 m) panjang yang keluar dari tulang punggungnya, mungkin membentuk seperti sirip berlayar yang mungkin telah membantu dalam termoregulasi, ritual kimpoi atau persaingan intraspesies. Spinosaurus memiliki panjang tubuh 15 meter dengan berat mencapai 4 ton.

17. Allosaurus, merupakan jenis dinosaurus Theropoda (pemakan daging).Ditemukan pada tahun 1869 oleh Dr.Ferdinand Hayden. Allosaurus hidup pada zaman Jurassic atau sekitaran pada tahun 65 sampai 208 juta tahun yang lalu.Konon, Allosaurus adalah nenek moyang dari Tyranosaurus. Panjang Allosaurus dapat mencapai 12 meter.Tinggi badannya saat berdiri mencapai 5 meter. Berat badannya dapat mencapai 4 ton.

Allosaurus tidak dapat berlari cepat karena memiliki berat badan yang cukup besar. Ketika ingin mencari makanan, mereka selalu berkelompok (mirip cara singa dan serigala berburu pada zaman sekarang). Allosaurus lebih suka berburu dinosaurus pemakan tumbuhan seperti Diplodocus, Stegosaurus, dan
Camptosaurus.

18. Liopleurodon, merupakan salah satu reptil raksasa yang tinggal di laut sekitar hidup selama Periode Jurassic atau pada tahun 150 samoai 165 juta tahun yang lalu. Liopleurodon memiliki panjang tubuh 25 meter, mempunyai 4 sirip yang masing-masing panjangnya lebih dari 3 meter. Tengkorak makhluk laut ini panjangnya 5 meter dan giginya sangat tajam.

19. Carcharadontosaurus, adalah salah satu dinosaurus raksasa pemakan daging bergenus carcharodontosaurid yang hidup sekitar 93 sampai 100 juta tahun yang lalu. Dinosaurus ini ditemukan dan menjadi dinosaurus yang terbesar kedua, lebih besar dari Tyrannosaurus dan Giganotosaurus, tapi tidak sebesar Spinosaurus.

Carcharodontosaurus juga merupakan salah satu dinosaurus karnivora terpanjang, terbesar, terganas dan terberat yang dikenal, dengan berbagai ilmuwan mengusulkan perkiraan panjang berkisar antara 12 sampai 13 meter dan estimasi berat badan antara 6 dan 15 ton metrik.

20. Suchomimus, merupakan seekor dinosaurus yang sangat besar dan sejenis dengan hewan memburu dengan bentuk badan seperti tengkorak buaya dan memiliki kuku-kuku ibu jari yang besar. Suchomimus ditemukan oleh sebuah tim dari Amerika Serikat dan Nigeria di gundukan pasir tipis yang menutupi daerah Sahara pada tahun 1998. Panjang binatang ini bisa mencapai 11 meter dan tingginya 4 meter.

21. Ornitholestes, merupakan dinosaurus pemangsa yang pernah menjelajah hutan Amerika Utara. Ornitholestes memiliki lengan yang kuat, tangan yang mencengkeram dan cakar yang panjang panjang sehingga sangat baik untuk menyambar korbannya dan merobek daging.

Ornitholestes mungkin mahir dalam mengejar mangsa yang menghindar sebab dino jenis ini memiliki kaki belakang yang panjang sehingga memungkinkannya untuk berlari cepat seperti anjing balap dan mengatur keseimbangannya dengan ekornya yang menyerupai cemeti, menjadikannya sangat gesit. Mereka juga dapat melompat, berbalik arah dan menukik untuk membingungkan korbannya dan ketika mereka ingin memburu mereka bersatu dalam kelompok.

22. Diplodocus, merupakan salah satu jenis dinosaurus dari kelompok sauropod (berleher panjang). Diplodocus dianggap sebagai dinosaurus pemakan tumbuhan.

23. Ultrasauros adalah dinosaurus raksasa di negara Korea Selatan. Dalam dekripsinya menyatakan dinosaurus ini memiliki panjang tubuh 30 meter dengan berat mencapai 80 ton.

24. Supersaurus yang berarti “Kadal super”, merupakan genus dinosaurus sauropod diplodocid ditemukan oleh Vivian Jones dari Delta, Colorado, di Formasi Morrison Jura AtasColorado pada tahun 1972. Dinosaurus ini di perkirakan meiliki panjang tubuh 30 sampai 40 meter dengan berat 45 sampai 55 ton.

25. Pterodactyl, merupakan sebutan untuk reptil bersayap yang disebut dengan “Pterosaurus”. Menurut para ahli, terdapat 30 genera pterosaurus yang pernah hidup di bumi. Fosil pterosaurus pertama ditemukan ialah Pterodactylus pada tahun 1784 oleh Cosimo Collini, ilmuwan asal Italia. Awalnya ia mengira menemukan hewan laut yang memakai sayapnya untuk mendayung. Ukuran tubuh jenis dinosaurus ini sekitar 1,5 meter dengan lebar sayap 5,6 meter. Pterodactyl termasuk dinosaurus karnivora dan hidup di dekat garis pantai karena makanan favoritnya adalah ikan.

Apa Penyebab Dinosaurus Menjadi Punah?

 

Punahnya dinosaurus diyakini oleh sejumlah ilmuwan, yang disebabkan oleh hantaman meteor yang mengubah iklim global Bumi pada saat itu. Namun, beberapa pihak masih mempertanyakan mengapa pada saat itu burung dan mamalia justru berkembang.

Baru-baru ini hasil penelitian yang dimuat di Proceedings of the National Academy of Sciences dianggap mampu menjawab pertanyaan tersebut.

Ahli paleontologi menemukan bahwa dinosaurus muda membutuhkan waktu lama untuk menetas dan berkembang menjadi dewasa. Hal itu diyakini menyebabkan gagalnya populasi dinosaurus untuk pulih cukup cepat setelah meteor menghantam Bumi sekitaran 65 tahun lalu.

Kondisi itu kontras dengan burung dan mamalia kecil yang membutuhkan hanya beberapa minggu bagi anak-anak mereka untuk tumbuh dan dianggap memberikannya keuntungan.

Ilmuwan di Florida State University dan University of Calgary menemukan hal tersebut setelah menyadari bahwa terdapat kemungkinan untuk menghitung waktu dinosaurus untuk menetas berdasarkan tanda pada gigi embrio dan bayi dinosaurus.

Dengan menghitung jumlah lapisan, ilmuan menemukan bahwa dinosaurus membutuhkan tiga hingga enam bulan untuk menetaskan telurnya.

Lamanya periode inkubasi (pengeraman) dibandingkan dengan mamalia kecil, membuat bayi dinosaurus dan induknya rentan terhadap predator dan membuat mereka harus bersusah payah untuk membangun kembali spesiesnya.

Namun, jenis embrio dinosaurus yang diperiksa oleh peneliti berasal dari protoceratops, yakni dinosaurus seukuran domba yang ditemukan di gurun Gobi di mana telur mereka berukuran cukup kecil.

Selain itu, peneliti juga mengkaji telur milik hypacrosaurus, yakni dinosaurus bermoncong bebek berukuran besar yang ditemukan di Alberta, Kanada. Dinosaurus itu memiliki telur seberat 4 kilogram.

Tim peneliti memindai rahang embrio tersebut melalui CT scanner untuk memvisualisasikan pertumbuhan gigi. Kemudian, mereka mengekstraksi beberapa gigi untuk diperiksa di bawah mikroskop berkapasitas tinggi.

Garis pertumbuhan pada gigi menunjukkan bahwa peneliti dengan tepat waktu yang dibutuhkan dinosaurus tumbuh di dalam telur. Hal tersebut membuka jalan atas penyebab dinosaurus punah.

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa embrio protoceratops membutuhkan waktu tiga bulan untuk tumbuh di dalam telur. Sementara itu, bagi hypacrosaurus yang berukuran besar dibutuhkan waktu enam bulan.

“Sekarang kalian sudah mengetahui bukan tentang Dinosaurus? Iya, salah satu hewan yang memiliki badan yang sangat besar sampai saat ini sudah menjadi punah karena terkenanya hantaman meteor beberapa puluhan tahun yang lalu. Dinosaurus juga menjadi salah satu karakter yang berperan dalam cerita anak-anak lho guys. Nah sampai disini dulu ya pembahasan kali ini. Apa bila ada kesahalan mohon maaf ya”