Setiap daerah atau negara tentu memiliki budaya masing-masing untuk menunjukkan simbolik tempat tinggal mereka. Berbicara mengenai budaya, tahukah kamu ilmu yang mempelajari tentang budaya masyarakat atau manusia? Ya, ilmu yang mempelajari budaya masyarakat disebut dengan Antropologi. Untuk lebih jelasnya lagi, dalam artikel ini kita akan membahas hal tersebut. Yuk, langsung aja simak artikel berikut ini.

Pengertian Antropologi

Antropologi adalah salah satu cabang dalam ilmu sosial yang membahas budaya masyarakat suatu etnis. Kata antropologi berasal dari bahasa Yunani, yakni Anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Jika diartikan secara terminologinya, maka antropologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang manusia.

Ya, antropologi adalah semua hal tentang manusia dan merupakan tanggung jawab antropologi untuk menjelaskan semua cerita tentang manusia, dari segi yang baik maupun dari segi yang buruk. Antropologi tidak hanya terpaku pada sebagian kelompok orang tetapi mencakup semua manusia.

Antropologi sendiri timbul karena adanya ketertarikan dari orang Eropa yang melihat budaya, ciri-ciri fisik dan adat istiadat yang berbeda. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal yang dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama.

Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial, antropologi memiliki dua sisi holistik di mana ia meneliti manusia pada tiap waktu dan dimensi kemanusiaannya. Arus utama inilah yang secara tradisional memisahkan antropologi dari disiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada perbandingan atau perbedaan budaya antar manusia.

Antropologi dibangun berdasarkan pengetahuan ilmu alam, termasuk penemuan asal dan evolusi Homo sapiens, karakteristik fisik manusia, perilaku manusia, variasi antara kelompok-kelompok manusia yang berbeda dan bagaimana masa lalu telah mempengaruhi evolusi organisasi sosial Homo sapiens dan budaya.

Antropologi tergolong ilmu yang masih muda, karena antropologi lahir sekitar pada abad ke-19. Objek dari antropologi adalah manusia di dalam suatu masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan perilakunya. Segi yang paling menonjol dari antropologi ialah pendekatan secara menyeluruh yang di lakukan terhadap manusia.

Para ahli antropologi tidak hanya mempelajari bermacam-macam jenis manusia, namun juga mempelajari semua aspek pengalaman manusia. Seperti sejarah daerah, lingkungan hidup, cara kehidupan keluarga, pola pemukiman, sistem politik dan ekonomi, agama, gaya kesenian, cara berpakaian serta bahasa dari kelompok manusia tersebut.

Pengertian Antropologi menurut para ahli 

David Hunter: Antropologi merupakan sebuah ilmu yang lahir dari rasa ingin tahu yang tak terbatas dari umat manusia.
Koentjaraningrat: Antropologi merupakan studi tentang umat manusia pada umumnya dengan mempelajari berbagai warna, bentuk fisik masyarakat dan budaya yang dihasilkan.
William A. Haviland: Antropologi merupakan studi tentang umat manusia, berusaha untuk membuat generalisasi yang berguna tentang orang-orang dan perilaku mereka dan untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap dari keragaman manusia.
Rifhi Siddiq: Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mendalami semua aspek yang terdapat pada manusia yang terdiri atas berbagai macam konsepsi kebudayaan, ilmu pengetahuan, norma, seni, linguistik dan lambang, tradisi, teknologi, kelembagaan.
Koentjaraningrat: Antropologi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari umat manusia yang pada umumnya dengan mempelajari sebuah keanekaragaman warna, bentuk fisik dari masyarakatnya serta kebudayaan yang sudah dihasilkan.
Darwin: Antropologi merupakan ilmu yang asalnya dari keinginan untuk membuktikan awal mula perkembangan yang terjadi pada manusia dengan cara melaksanakan penelitian terhadap monyet dan kera yang ada di segala penjuru dunia.

Di berbagai negara di dunia, terdapat berbagai istilah yang biasa dipakai untuk menyebutkan bagian dari ilmu antropologi. Istilah-istilah tersebut diantaranya adalah :

  • Ethnology yang berarti ilmu bangsa-bangsa. Istilah ini digunakan untuk menyebut suatu bagian dari antropologi yang khusus mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan sejarah perkembangan kebudayaan manusia.
  • Ethnography yang berarti pelukisan tentang bangsa-bangsa. Istilah ini dipakai untuk menyebut suatu bagian dari ilmu antropologi yang bersifat deskriptif, terutama mengenai penyebutan bahan keterangan yang termaktub dalam karangan-karangan tentang masyarakat dan kebudayaan suku-suku di luar Eropa.
  • Cultural Anthropology, istilah ini digunakan sebagai bagian dari ilmu antropologi dalam arti luas, yang tidak hanya mempelajari manusia dari sudut fisiknya saja, sebagaimana diajarkan dalam physical anthropology.
  • Social Anthropology, istilah ini digunakan sebagai lawan dari ethnology.

Jenis-Jenis Antropologi

Antropologi dibagi menjadi beberapa macam secara khusus, yaitu antropologi fisik serta antropologi budaya. Cabang antropologi ada beberapa macam-macam dan ini pun masih dibagi ke dalam beberapa sub bidang lagi seperti berikut ini:

  • Antropologi Fisik

Antropologi fisik mempelajari manusia menjadi obyek organisme biologis. Pada kasus ini, manusia akan dikaji secara utuh kondisi fisiknya mulai dari bentuk muka, rambut, hidung, warna kulit, tengkorak dan bermacam-macam bentuk fisik manusia yang lain.

Antropologi fisik ini cenderung mengkaji tentang perubahan yang terjadi pada fisik manusia yang diakibatkan dari pengaruh lingkungan sekitar. Para ahli antropologi fisik sendiri sebenarnya berusaha untuk mencari tahu mengenai nenek moyang manusia. Buat mengetahui kapan, bagaimana serta mengapa manusia berevolusi menjadi mahluk seperti saat ini.

Antropologi fisik juga dibagi menjadi beberapa sub bagian seperti berikut:

Paleontologi: Paleontologi merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, paleon, ontos serta logos. Gabungan kata inilah yang kemudian diartikan menjadi ilmu yang mempelajari tentang kehidupan pada masa lalu. Paleontologi sendiri adalah keilmuan yang mempelajari asal usul dan juga perkembangan manusia biologis.

Somatologi: Somatologi merupakan salah satu bagian dari antropologi fisik yang membahas mengenai jenis ras manusia berdasarkan ciri-ciri fisik. Ciri fisik manusia seperti fenotip dan genotip akan dipelajari dalam ilmu somatologi. Somatologi juga membahas lebih lanjut mengenai sejarah terjadinya keanekaan warna manusia berdasarkan ciri-ciri tubuhnya.

  • Antropologi Budaya

Antropologi budaya ini cenderung fokus kepada apsek nilai atau tradisi budaya yang diyakini oleh manusia. Antropologi budaya akan mencoba untuk mempelajari tentang sejarah manusia dari sisi tradisi kebudayaan, kepercayaan dan perilaku manusia. Antropologi budaya adalah salah satu studi tentang praktek sosial, bentuk ekspresif serta pemakaian bahasa.

Antropologi budaya juga mempunyai tiga sub bidang sebagai berikut:

Prehistori: Prehistori yang menjadi salah satu bagian macam-macam kelompok sosial merupakan dari bidang antropologi budaya. Dimana berfokus serta mempelajari sejarah perkembangan, penyebaran serta tentang keragaman kebudayaan manusia sebelum mengetahui tulisan.

Etnolinguistik: Etnolinguistik nerupakan ilmu yang berfokus pada mengenai sejarah asal-usul, perkembangan serta penyebaran beragam bahasa yang dipakai oleh manusia.

Etnologi: Entologi merupakan bidang yang mempelajari ilmu kebudayaan didalam kehidupan bermasyarakat. Dari banyaknya suku bangsa yang berada diberbagai belahan dunia. Etnologi sendiri dibagi menjadi dua kajian yaitu antropologi diakronik serta antropologi sinkronik.

Antropologi diakronik berfokus pada seperangkat pola budaya pada suku bangsa yang menyebar di berbagai belahan dunia. Berbeda dengan antropologi sinkronik yang mempelajari tingkah laku sosial didalam suatu lembaga. Seperti mengenai keluarga, kultur kebudayaan, tata hukum, sistem kekerabatan serta organisasi politik.

Selain itu Ilmu antropologi mempunyai bagian-bagian ilmu yang lebih khusus, yaitu:

  • Paleo Antropologi, yaitu ilmu bagian yang meneliti soal asal usul atau soal terjadinya dan evolusi manusia dengan mempergunakan sebagai bahan penelitian sisa-sisa tubuh yang telah membatu atau fosil-fosil manusia dari zaman dahulu yang tersimpan dalam lapisan-lapisan bumi yang harus didapat oleh peneliti dengan berbagai metode penggalian.
  • Antropologi Fisik, dalam arti khusus atau Somatologi merupakan bagian dari ilmu antropologi yang mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah terjadinya beragam ras manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuh atau fisiknya.
  • Etnolinguistik atau Antropologi Linguistik, yaitu suatu ilmu bagian dari ilmu antropologi yang meneliti daftar kata-kata, pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dari beratus-ratus bahasa dari suku bangsa yang tersebar di seluruh dunia.
  • Prehistori, bagian dari ilmu antropologi yang mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di dunia dari zaman sebelum manusia mengenal huruf.
  • Etnologi, merupakan bagian dari ilmu antropologi yang mencoba mencapai pengertian mengenai asas-asas manusia, dengan mempelajari kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari sebanyak mungkin suku bangsa yang tersebar di dunia ini.
  • Etnopsikologi, merupakan bagian dari ilmu antropologi yang dalam penelitian dan analisanya banyak mempergunakan konsep psikologi. Penelitian tersebut muncul karena adanya tiga masalah penting, yaitu masalah kepribadian bangsa, masalah peranan individu dalam proses perubahan adat istiadat dan masalah nilai universal dari konsep-konsep psikologi.

Peran dan Fungsi Antropologi

Setelah mengetahui dan mempelajari konsep dasar antropologi, maka kita dapat mengetahui peran dan fungsi antropologi antara lain:

  • Melihat dengan jelas tentang manusia, baik sebagai pribadi maupun anggota kelompok masyarakat.
  • Mampu mengkaji kedudukan menusia dalam masyarakat dan dapat melihat dunia atau budaya lain yang belum kita ketahui sebelumnya.
  • Memahami norma-norma, tradisi, keyakinan dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat tertentu.
  • Lebih tanggap, kritis dan rasional menghadapi gejala sosial masyarakat yang makin kompleks.
  • Menyusun etnografi-etnografi yang memungkinkan penciptaan teori-teori tentang asal-usul kepercayaan, keluarga, perkawinan, perilaku bernegara dan sebagainya.

Konsep Dalam Antropologi

Sebagaimana ilmu-ilmu sosial lainnya, penggunaan konsep dalam antropologi adalah hal penting karena pengembangan konsep yang terdefinisikan dengan baik merupakan tujuan dari setiap disiplin ilmu. Adapun yang merupakan contoh konsep-konsep antropologi diantaranya:

  • Kebudayaan (culture)

Konsep paling esensial dalam antropologi adalah konsep kebudayaan. Pada tiap disiplin ilmu sosial terdapat konsep kebudayaan, yang didefinisikan menurut versi yang berbeda-beda. Kebudayaan adalah konsep yang paling esensial dalam antropologi budaya dan semua konsep-konsep yang lain dalam antropologi budaya pasti berkaitan dengan kebudayaan. Oleh karena itu konsep kebudayaan perlu mendapat perhatian khusus.

  • Unsur kebudayaan

Satuan terkecil dalam suatu kebudayaan disebut unsur kebudayaan atau ”trait”. Unsur-unsur kebudayaan mungkin terdiri dari pola tingkah laku atau artefak. Tiap kebudayaan mungkin terdiri dari gabungan antara unsur-unsur yang dipinjam dari masyarakat lain dan yang ditemukan sendiri oleh masyarakat yang bersangkutan.

  • Kompleks kebudayaan

Seperangkat unsur kebudayaan yang mempunyai keterkaitan fungsional satu dengan lainnya disebut kompleks kebudayaan. Sistem perkawinan pada masyarakat indonesia adalah sebuah contoh kompleks kebudayaan.

  • Tradisi

Pada tiap masyarakat selalu terdapat sejumlah tingkah laku atau kepercayaan yang telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat yang bersangkutan ddalam kurun waktu yang panjang disebut dengan tradisi.

  • Akulturasi

Adalah pertukaran unsur-unsur kebudayaan yang terjadi selama dua kebudayaan yang berbeda saling kontak secara terus –menerus dalam waktu yang panjang.

  • Ras dan kelompok etnik

Ras dan etnik adalh dua konsep yang berbeda, tetapi sering dikacaukan penggunaannya. Ras adalah sekelompok orang yang kesamaan dalam unsur biologis atau suatu populasi yang memiliki kesamaan unsur-unsur fisikal yang khas yang disebabkan oleh keturunan (genitik) sedangkan etnik adalah sekumpulan individu yang merasa sebagai satu kelompok karena kesamaan identitas, nilai-nilai sosial yang dijunjung bersama, pola tingkah laku yang sama dan unsur-unsur budaya lainnya yang secara nyata berbeda dibandingkan kelompok-kelompok lainnya.

  • Etnosentrisme

Etnosentrisme adalah sikap suatu kelompok masyarakat yang cenderung beranggapan bahwa kebudayaan sendiri lebih unggul dari pada semua kebudayaan yang lain.

  • Bahasa

Bahasa adalah penyambung komunikasi antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Hampir tiap daerah mempunyai bahasa daerah sendiri-sendiri dan biasanya disertai dengan logat atau dialek yang berbeda-beda. Hal itu menunjukkan ciri khas masing-masing daerah.

Tetapi sebagai bahasa pemersatu antar daerah yaitu bahasa Indonesia atau bahasa nasional yang sebagian besar masyarakat Indonesia mengetahui bahasanya. Indonesia mempunyai keragaman bahasa seperti bahasa Jawa, bahasa sunda, bahasa Sasak, bahasa Bali, bahasa Madura dan sebagainya.

  • Agama

Agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Agama yang diakui di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu.

Teori Antropologi

Antropologi semakin berkembang karena adanya teori-teori yang bermunculan dan berkembang. Teori antropologi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Teori Evolusi Deterministrik

Teori ini adalah teori tertua dan dikembangkan oleh 2 tokoh pertama dalam antropologi, ialah Edward Burnet Tylor (1832-1917) dan Lewis henry Morgan (1818-1889). Teori ini berangkat dari anggapan bahwa ada suatu hukum (aturan) universal yang mengendalikan perkembangan semua kebudayaan manusia. Menurut teori ini setiap kebudayaan mengalami evolusi melalui jalur dan fase-fase yang sudah pasti.

  • Teori Partikularisme

Teori partikularisme muncul setelah berakhirnya masa teori evolusionisme. Pemikiran baru ini dipelopori oleh Franz Boas (1858-1942) yang menentang teori evolusionisme. Teori ini disebut juga sebagai partikularisme historic. Boas tidak setuju dengan teori evolusi tentang adanya hukum universal yang menguasai kebudayaan.

Boas berpendapat meskipun hanya satu unsur, kebudayaan tetap harus dipelajari dalam konteks masyarakat di mana unsur tersebut berada. Teori partikularisme berpandangan bahwa perkembangan tiap kebudayaan mempunyai kekhasan sendiri-sendiri dan tidak dapat digeneralisasikan ke dalam aturan atau hukum yang universal.

  • Teori Fungsionalisme

Teori ini dikembangkan oleh Bronislaw Malinowski (1884-1942) yang selama Perang Dunia II mengisolir diri bersama penduduk asli pulau Trobrian untuk mempelajari cara hidup mereka dengan jalan melakukan observasi berperanserta (participant observation).

Teori ini beranggapan bahwa semua unsur kebudayaan adalah bagian-bagian yang berguna bagi masyarakat di mana unsur-unsur tersebut berada. Pandangan fungsionalis menekankan bahwa setiap pola perilaku, kepercayaan dan sikap yang menjadi bagian dari kebudayaan suatu masyarakat, memiliki peran mendasar di dalam kebudayaan yang bersangkutan.

Demikianlah ulasan mengenai ilmu amtropologi di atas tersebut, semoga dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan kalian semua. Sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya ya…