Banyak orang yang mengatakan jika seni dan desain itu adalah sama. Namun, sebenarnya seni dan desain itu adalah hal yang berbeda satu sama lainnya meskipun untuk membuat keduanya membutuhkan jiwa yang kreatif. Lalu, yang jadi pertanyaan sekarang apakah perbedaan dari keduanya?

Pertanyaan semacam apa perbedaan seni dan desain seringkali menyeruak di pikiran kita. Namun jarang sekali ada yang bisa menyediakan jawaban yang mudah dicerna dan objektif. Ini adalah pertanyaan mendasar yang sering diabaikan oleh mereka yang akrab dengan dua pekerjaan dan perbedaan mereka.

Banyak orang yang memiliki gelar “Bachelor of Fine Arts” di Desain Industri yang hanya terfokus pada Desain Produk. Di sana mereka biasanya belajar bagaimana cara membuat grafik, buku, jembatan, bangunan, situs web pakaian, dan makanan.

Banyak dari kalangan desainer yang menganggap bahwa mereka juga merupakan seorang seniman, namun sedikit dari kalangan seniman yang menganggap bahwa diri mereka juga merupakan desainer.

Tulisan ini bukan berusaha mencari benar atau salah berdasar pada pernyataan-pernyataan tersebut, namun kami hanya ingin menegaskan bahwa antara keduanya terdapat jalur dan fungsi-fungsi fundamental yang berbeda. Perbedaan-perbedaan yang ada merujuk pada fungsi dari karya yang dihasilkan baik oleh seniman maupun desainer.

Jadi mari kita jelaskan tentang profesi desain dan bagaimana hal itu berbeda dari seni. Berikut adalah cara untuk membedakan antara keduanya. Namun, sebelum kita masuk pada pembahasan utama ada baiknya kita mengerti dulu pengertian dari keduanya.

Desain Vs Seni

Apabila kita lihat dari kata-katanya, seni dan desain merupakan dua bahasa yang berbeda. Tetapi, mungkin seorang desainer bisa mengatakan bahasa rupa (membuat seni), dan seniman dapat berbicara bahasa desain (melakukan desain).

Tidak ada konteks yang dapat mendefenisikan batas yang jelas antara keduanya, dan tentu ada banyak daerah dengan pendapat yang berbeda dan banyak persimpangan tentang pengertian keduanya. Metodologi dan teknik tidak bisa menetapkan batas-batas satu dengan yang lain.

“Memang kalau kita lihat dari fungsi dan penempatannya, keduanya sama-sama merupakan tindakan kreatif. Karena hanya orang kreatiflah yang mampu membuat seni dan mampu membuat desain yang menarik dan indah.”

Jika kita berpikir tentang seni dan desain sebagai bahasa yang berbeda dan melihat kosakata masing-masing, desain sangat terbatas dibandingkan dengan seni. Ini lebih memfokuskan pada bagaimana mengekspresikannya terbatas, kesejahteraan berfokus kosakata (kecantikan, kesuksesan, kebahagiaan) dengan cara baru.

Sementara itu, seni itu menetapkan untuk menemukan ide yang perlu diungkapkan. Tidak ada batas atau tabu, dan materi pelajaran yang bahkan tidak perlu memiliki arti khusus.

Jadi, jika diartikan seni merupakan ungkapan ekspresi manusia, menekankan segi emosional yang mengutamakan unsur estetika dan dituangkan atau diungkapkan kembali kedalam suatu media yang bersifat nyata dan dapat dinikmati dengan panca indera kita.

Sehingga orang seni (seniman) biasanya selalu mengungkapkan ekspresinya tanpa ada maksud dan tujuan yang jelas, hanya sekedar hobi dan luapan emosi, tidak terikat seperti pekerjaan para desainer.

Berbeda dengan seni, desain lebih mengarah pada solusi. Solusi terhadap berbagai tujuan dan kepentingan aktifitas sehari-hari. Dalam kegiatan sehari-hari, desain sangat penting dalam hal penataan yang tidak hanya memenuhi unsur estetika, namun juga fungsi baik pada perkotaan, bangunan, ruang, transportasi, alat-alat rumah tangga, hingga komunikasi suara dan visual.

Dalam komunikasi visual, desain yang baik adalah desain yang mampu secara tepat mentransmisikan isi pesan yang dimaksud oleh pembuat kepada penerima pesan. Artinya, jika pembuat bermaksud mengirimkan tanda A, maka penerima juga menerjemahkan tanda tersebut sebagai A.

Kesimpulannya, tidak ada yang lebih baik antara seni dan desain. Keduanya adalah hal kompleks dan berharga yang saling melengkapi dalam kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, mari kita masuk kepada pembahasan utama artikel ini yaitu perbedaan utama dari Seni dan Desain.

Cara Membedakan Seni dan Desain

Faktanya, seni dan desain adalah hal yang selalu berkaitan. Bahkan ada yang bilang bahwa seniman yang baik adalah yang mengerti desain dan desainer yang berkualitas ialah yang memasukkan unsur seni dalam desainnya.

Di kesempatan kali ini kami akan mengatakan bahwa kami tidak setuju dengan pendapat tersebut yang menyatakan desain adalah seni. Beriku adalah 6 poin yang membedakan seni dan desain, antara lain sebagai berikut:

  • Produk akhir

Tugas seniman dan desainer memang sama-sama membuat produk visual, secara sederhananya, namun hasil dari karyanya bisa dibilang berbeda.

Seniman cenderung menjadi produsen barang yang memanjakan mata penikmat seni. Ilustrasi dan gambar ialah sedikit teknik untuk menumpahkan pikiran dan perasaan sang seniman. Produk seniman yang sering kita temui di pasaran seperti gambar di atas kanvas, mural, kartun, dan lain-lain.

Sedangkan desainer membuat visualisasi yang bertujuan sebagai media komunikasi dan juga bisa menunjang produksi. Desainer juga tak jarang bekerja dalam tim untuk menghasilkan sebuah produk yang nantinya akan dipakai khalayak ramai, seperti software, laptop, furnitur, dan lain-lain.

  • Penyelesaian Masalah

Tentu saja tujuan dari setiap pekerjaan adalah bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah. Mengeksekusi ide atau visi dan memasarkannya ialah sedikit masalah yang harus ditaklukkan seniman. Akar dari masalah itu pun seringkali berada dari diri sendiri dan akan mudah diselesaikan pula bila seniman tersebut memiliki tekad yang kuat.

Misalnya:

Perusahaan ingin meningkatkan penjualan produk yang telah mereka jual selama bertahun-tahun. Pekerjaan perancang kemudian berubah menjadi beberapa masalah kecil yang harus meyakinkan konsumen (potensial) bahwa produk ini lebih baik daripada yang sudah dimiliki.

Lain halnya dengan seniman, desainer seringkali harus berhadapan dengan problem yang lebih luas asalnya. Klien, mau tidak mau, juga bisa dibilang salah satu problema yang harus diselesaikan desainer.

Nantinya, saat desainer berhasil menyelesaikan masalah-masalah yang ia hadapi, yang bisa bernafas lega tak hanya desainer itu sendiri, tetapi juga kliennya, konsumen, dan masyarakat umum.

  • Tingkat keahlian

kerajinan tangan adalah istilah yang biasanya menggambarkan keterampilan yang digunakan untuk membuat suatu produk. Sedangkan seniman merupakan seorang pengrajin yang pastinya memiliki keahlian yang tinggi dalam menciptakan sebuah kerajinan tangan yang indah.Karya yang mereka hasilkan tidak akan lepas dari sebuah usaha yang dilakukan oleh seorang pemula.

Hasil kerajinan yang dihasilkan oleh seorang seniman biasanya akan meningkat dari waktu ke waktu. Itulah yang menjadi salah satu faktor mengapa semakin hari hasil buatan tangan mereka semakin bagus.

Kerajinan tangan yang dimiliki oleh seorang desainer adalah berupa komunikasi dan cara mereka dalam memecahkan masalah desain dengan cepat dan elegan.

Seorang desainer tidak membutuhkan keahlian tingkat tinggi untuk menjual ide-ide seperti yang mungkin dilakukan oleh seniman. Tapi meskipun begitu, tidak bisa dipungkiri kalau semakin tinggi keahlian yang dimiliki oleh pengrajin, maka perancangnya pun akan semakin dihargai.

  • Interaksi Dengan Orang Lain

Dasarnya, desainer membuat produk yang bisa melibatkan orang lain dalam interaksi. Interaksi, bagi desain, adalah hal yang sangat fundamental.

Kebanyakan desainer memberikan solusi dari masalah yang dialami oleh orang banyak, seperti peralatan elektronik, furnitur, hingga transportasi. Semua produk tersebut didesain dengan tujuan meringankan kehidupan umat manusia.

Hasil akhir dari seniman seringkali pasif dan terbatas pada visual semata, sehingga interaksi yang bisa dilakukan dengannya bisa hampir dibilang tidak ada.

  • Fungsi Yang Diberikan

Seniman menghasilkan sesuatu yang lebih bertujuan sebagai stimulasi visual, seperti dekorasi. Berbeda dengan seniman, adalah wajib hukumnya bagi desainer untuk menciptakan sesuatu yang sifatnya fungsional.

Istilah “desain yang fungsional” sering diberikan pada produk yang berfungsi sesuai dengan porsinya. Misalnya, pembuka kaleng yang dibuat dari besi terbaik di dunia dan dilapisi berlian itu tidak didesain untuk kepentingan fungsional.

Pembuka kaleng tersebut diperkirakan tidak akan dibutuhkan oleh masyarakat, karena terlalu mahal daripada pembuka kaleng biasa dan fungsinya juga tidak terlalu berbeda jauh. Dalam kasus tersebut, pemahaman desain yang diterapkan berlebihan namun tidak dilengkapi dengan tujuan fungsional akan merusak keeleganan dari konsep desain itu sendiri.

  • Sistem Produksi

Bukan suatu keanehan jika sebuah lukisan dari seniman kerap dibanderol mahal. Selain untuk menghargai kerja keras dan waktu yang sudah dihabiskan dalam pembuatannya oleh seniman, si pembeli yang biasanya seorang kolektor ingin menebus orisinilitas ide dan eksekusinya. Maka, jarang sekali sebuah lukisan artistik diproduksi secara massal.

Desain malah sebaliknya. Setiap desain yang dibuat berorientasi pada produksi massal. Jumlah produk elektronik, aplikasi, grafik, atau interior yang terjual pun sangat dipengaruhi oleh konsep desain di dalamnya. Untuk mengurang biaya produksi, maka produksi massal bagui produk desain menjadi solusi.

Desainer cenderung mencoba untuk mengurangi biaya produksi dan mempertimbangkan seluruh kehidupan suatu produk (dari konsep ke konsumsi hingga pembuangan) dan mengintegrasikan fitur untuk menjadi lebih berguna dalam pemakain serta lebih ramah lingkungan.

Tipe-Tipe Dari Desain

Dunia desain selalu mengalami perubahan. Peran media, tren, dan teknologi mengiringinya dengan perkembangan yang dinamis.

Kata “desain” itu sendiri merupakan istilah yang cukup luas digunakan dan dapat diterapkan untuk semua hal mulai dari fashion, teknologi, hingga manufaktur dan arsitektur. Menemukan orang yang tepat untuk mendesain berbagai hal tentu menjadi tantangan tersendiri.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tipe-tipe desainer saat ini, akan jauh lebih mudah untuk kamu dalam menemukan desainer yang tepat untuk proyekmu nanti. Seperti penjelasan berikut ini.

1. Desainer Grafis

Desain grafis ( graphic designer) adalah salah satu bentuk komunikasiisual dan pemanfaatan gambar serta elemen visual lainnya untuk menyampaikan ide atau tujuan. Desain grafis kini telah menjadi istilah umum untuk berbagii jenis pekerjaan desain.

Kemudian, desainer grafis menggunakan tipografi, bentuk dan warna ciptaan mereka untuk berbagai proyek. Sebut saja beberapa hal yang membutuhkan desain dari desainer gradfis adalah logo, billboard hingga kemasan produk.

Pekerjaan desainer grafis secara langsung maupun tidak, membantu mengedukasi masyarakat untuk mempelajari lebih lanjut mengenai produk terkait.

Desaier grafis menggunakan perangkat lunak seperti Photoshop dan InDesign untuk membuat gambar statis serta layout mengenai produk terkait. Seseorang yang merupakan desainer grafis bisa membuat:

  • Identitas visual seperti logo, kop surat, kartu nama
  • Materi pemasaran seperti brosur, selebaran, kartu pos, poster
  • Majalah, buku, katalog
  • Kemasan produk
  • Presentasi
  • Desain kaos oblong
  • Laporan Tahunan
  • Ilustrasi

2. Web Desainer

Web desainer (interactive/web designer) bertugas untuk mengerjakan rancangan desain dari keseluruhan tampilan website maupun aplikasi mobile, mulai dari halaman utama hingga ke masing-masing template.

Mencitakan desain yang indah hanyalah faktor kecil dari pekerjaan desainer. Para desainer web atau interkatif juga perlu memahami teknologi yang digunakan untuk membuat situs web dan mengubah desain mereka menjadi pengalaman yang sebenarnya.

Dalam menjalankan pekerjaannya, desainer website akan memiliki pemahaman tentang pengembangan front-end website dan mungkin tahu bahasa pemrograman seperti JavaScrit.

Secara umum, desainer website akan memahami tentang Adobe Creative Suite (Photoshop, Illustrator dan sebagainya), serta CSS dan HTML. Karena kerumitan web, banyak para desainer lebih mengkhususkan diri dalam:

User Experience (UX): Mengeksplorasi pengalaman pengguna untuk menggunakan website, aplikasi atau tools secara mudah dan tak membingungkan

User Interface (UI): Melibatkan tentang bagaimana pengguna menavigasi website, aplikasi atau tools dengan menggunakan elemen seperti tombol, menu dan gambar

Data Transaksi: Fokus pada bagaimana pengguna terlibat dengan menggunakan produk. Misalnya saja “progress bar” yang menampilkan posisimu ketika mendaftar (subscribe) di suatu website. Atau ikon yang akan berubah warna ketika pengguna
melakukan sesuatu

Information Architecture (IA): Information Architecture melibatkan tentang penciptaan blue print untuk website dengan memastikan pemahaman pengguna. IA dibuat dengan beberapa aspek seperti latar belakang, desain, penulisan, ilmu kepustakaan dan psikologi. Seorang desainer website bertugas membuat:

  • Website, landing page, halaman website, website mikro
  • Template dan tema blog
  • Aplikasi smartphone
  • Iklan banner
  • Aset/konten media sosial
  • Aset/konten email marketing

3. Motion Grafis Desainer

Dunia yang digeluti oleh desainer motion graphics terus berkembang hingga saat ini. Baik membuat pembukaan judul film atau video narasi berisi penjelasan sesuatu. Desainer motion graphics terus membawa pergerakan dan perubahan gambar statis, teks, ilustrasi dan sebagainya.

Misalnya saja untuk mengembangkan video online, mereka akan memulainya dengan membuat storyboard berisi pemetaan adegan dan naskah dialog.

Kemudian mereka akan membuat gambar adegan tersebut, menambahkan gerakan dan elemen grafis lainnya agar melahirkan hasil video yang “mulus”. Desainer motion graphics juga bertugas mensinkronisasi setiap adegan dengan suara atau musik. Pekerjaan motion grafis desainer diantaranya membuat :

  • Video narasi (berisi penjelasan suatu informasi)
  • Storyboard
  • Video promosi
  • Animasi
  • Urutan judul film
  • Demo produk
  • Presentasi animasi

Dapat disimpulkan, bahwa karya seni dan karya desain memiliki perbedaan dalam hal motivasi para pembuatnya. Meski demikian, keduanya baik seni maupun desain selalu menggunakan rumusan atau kaidah yang sama dalam hal komposisi. Hal tersebut membuatnya seakan seperti dua sisi koin yang bertolak belakang namun terlihat sama.